Pemerintah dan aktifis di Rote Ndao mendapat Sorotan Pencemaran Lingkungan “ Tindak Tegas Pelaku “

Reporter: Ariyanto Tulle 
| Editor: Redaksi
IMG 20251001 WA0000 1IMG 20251001 WA0000 1

Pemerintah dan aktifis di Rote Ndao mendapat Sorotan Pencemaran Lingkungan “ Tindak Tegas Pelaku “

PENA-EMAS.COM- Rote Ndao menjadi salah satu ikon wisata bahari kelas nomor dua dunia  setelah Hawai. Khususnya di Bo,a dan Nembralla – Kecamatan Rote Barat. Akhir akhir ini meresahkan akibat lingkungan alamnya menjadi rusak dan  kotor karena ulah pihak yang tidak bertanggungjawab.

Bacaan Lainnya

Seturut dengan itu Pemerintah daerah hadir dalam upaya untuk mencegah dengan program dan kerja menjaga hingga melestarikan lingkungan alam dalam rangka mendukung sektor Pariwisata.

Bermunculan pula pihak yang tampil sebagai aktifis dan cinta lingkungan namun sayangnya itu hanya modus kepentingan.

“ Pemerintah menindak tegas pihak yang membuang sampah di sembarang tempat. Ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup generasi yang akan datang karena sudah jelas mengancam keberlangsungan pariwisata, lingkungan dan kesehatan masyarakat ”

Demikian sorortan  ini ditegaskan  oleh Hutson Anderias Ndun warga Desa Rt, 005, Rw, 003 Desa Oenggaut, Kecamatan Rote Barat. Selasa,(30/9/2025), Pukul 12:52 Wita.

Kepada PENA-EMAS.COM- Hutson Anderias Ndun. menegaskan, pemerintah Desa, Kecamatan Rote Barat hingga Pemerintah Kabupaten Rote Ndao harus menindak tegas pihak-pihak yang membuang sampah di sembarang tempat.

“Kita masyarakat lokal selama ini tidak punya daya, dan seperti yang kita lihat bersama di sekitar Mbui Tete, Dusun Inggudik sampah hotel dibuang di sembarang tempat. Ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup generasi yang akan datang karena sudah jelas mengancam keberlangsungan pariwisata, lingkungan dan kesehatan masyarakat.,” Kata Hutson Anderias Ndun.

Hal ini dapat mengancam keberlanjutan pariwisata, lingkungan dan kesehatan masyarakat kedepan. Khususnya, Masyarakat Rote Barat yang bermukim di Desa Nemberala dan Oengaut. Tambahnya bernada tegas.

Menurut Hutson. Pihak hotel dan villa di sekitar Desa Nemberala dan Desa Oenggaut tidak membuang sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Desa setempat Namun managemen hotel dan villa menyuruh karyawannya membuang sampah hotel disekitar  Dusun Inggudik dan sekitar wilayah Mbui Tete

Sampah yang dibuang pada sembarang tempat tersebut jaraknya hanya sekitar 300 meter dari lokasi pemukiman warga. Itu datang dari pelaku bisnis perhotelan dan Villa hal ini memberi dampak berbahaya bagi anak anak dan kesehatan lingkungan sekitarnya.

“Saya yakin benar bahwa itu sampah hotel, karena plastik-plastik yang berukuran besar dan botol berbagai merek itu adalah sampah dari hotel,”. Jelas Hutson.

Jika ada pelaku pariwisata yang tidak mau mengindahkan teguran dari pemerintah maka ada baiknya ijin usaha mereka dicabut.

“Kalau ada pelaku pariwisata yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah dan tetap membuang sampah di sembarang tempat maka ada baiknya ijin mereka segera di cabut,” tegasnya.

Seorang warga lainnya yang dimintai komentarnya atas soal ini, Ia mengatakan sebagai warga setempat menyesalkan tindakan pihak yang membuang sampah tanpa memikirkan dampak dan akibatnya termasuk mencemarkan lingkungan hidup.

Ia juga menyayangkan ada Aktifis dan pencinta lingkungan yang katanya ada juga di Rote Barat namun selama ini terkesan menutup mata. Tandasnya.

Pantauan Crew PENA-EMAS.COM di lokasi  sampah di buang sembarang berupah sampah  plastik, botol-botol minuman keras berbagai merek, dan lain-lain.

Terlihat Ris Adu  karyawan hotel vila Santai membuang sampah di lokasi Mbuitete

Jarak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan lokasi pariwisata sekitar 5-6 km, sementara  sampah yang diduga dibuang oleh pihak hotel hanya berjarak 300 meter dari lingkungan pariwisata dan jalan raya Desa Nemberala dan Desa Oenggaut.

Dilokasi pantauan  Crew Media.  Terlihat Ris Adu  karyawan hotel vila Santai membuang sampah di lokasi Mbuitete, Dusun Inggudik yang berjarak 300 meter dari lingkungan wisata.

“Saya satu hari buang sampah 1 kali dari hotel Vila Santai , bos yang suruh buang disini, sampah bermacam-macam berupa plastik dan botol bir, saya sudah 1 tahun kerja di hotel Vila Santai,” Ungkapnya

Hingga berita ini dipublikasikan Pemerintah, Management Villa Santai, Aktifis Pariwisata serta Management Perhotelan dan Villa di Desa Nemberala, Oenggaut belum berhasil dikonfirmasi.

Pos terkait