Petson Hangge : Pelayanan Administrasi Kependudukan Kecamatan Pemekaran Loaholu sudah mencapai 80 Persen.

ROTE NDAO, pena-emas.com. Sembilan puluh tiga hari usia Kecamatan Loaholu. Kecamatan baru yang dimekarkan dari induknya Rote Barat Laut dan diresmikan oleh Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (20/10/2019) lalu dalam proses mutasi administrasi kependudukan telah mencapai 80 persen.

Kecamatan Loaholu, di dalamnya ada 10 Desa sampai dengan (20/01/2021) alias 93 hari resmi menjadi Kecamatan sendiri, dalam proses mutasi administrasi kependudukan sudah selesai 7 Desa dan sedang dalam upaya penyelesaian sisa 3 Desa.

Bacaan Lainnya

Demikian penjelasan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Rote Ndao Petson S. Hangge,S.Sos yang ditemui di runag kerjanya Kamis (21/01/2021) sekitar pukul 12:30 Wita.

Foto: Warga sedang mengurus KK dan KTP diruang pelayanan Dinas Dukcapil Kab Rote Ndao Kamis 21/01/2021.

Kadis Dukcapil Petson Hangge menjelaskan, Setelah ditetapkannya peraturan daerah tentang Organisasi dan didalamnya termasuk Kecamatan pemekaran Loaholu diikuti dengan penataan administrasi kependudukan dan saat ini sudah berada pada posisi mencapai 80 persen proses mutasi Desa – desa dari Kecamatan Rote Barat Laut ke Kecamatan Loaholu.

Dari sepuluh Desa yang dimutasikan dari kecamatan induk, kini sudah selesai 7 Desa dan sisa 3 desa sedang dalam proses yakni Desa Oelua, Balaoli dan Desa Tolama. Jelasnya.

Menurut Mantan Camat Rote Barat ini, Ketiga Desa yang belum selesai mutasi administrasi kependudukannya tidak menjadi hambatan pelayanan bagi masyarakat setempat. Baik, personal maupun Desa karena prinsipnya kodefikasi desa telah ditetapkan Dirjen Dukcapil sehingga data penduduk yang membutuhkan pelayanan tinggal bergeser atau dipindahkan ke Desa dan Kacamatan Loaholu.

Selanjutnya. dikatakan pula, Hal yang masih menjadi kendala bagi Dinas Dukcapil adalah rekam jarak karena saat ini kita berada pada musim hujan dan masyarakat sebagian besar sedang bekerja di kebun dan sawah.

Memang rencana Anggaran sudah ditetapkan dan DPA juga sudah dicetak tapi untuk Januari ini belum bisa maksimalkan pelayanan langsung dilapangan, kemungkinan setelah bulan Maret atau April baru pergerakan pelayanan itu bisa berjalan maksimal tetapi kami sudah antisipasi dalam tahun 2021 Kecamatan Loaholu menjadi prioritas pertama untuk pelayanan langsung.

Untuk sementara ini supaya tidak ada kerumunan karena Pandemic Covid-19, Pihaknya sudah meminta Kepala desa dan perangkatnya kumpulkan dokumen masyarakat, diverifikasi dengan baik dan kami jemput untuk proses di kantor kemudian setelah selesai kita informasikan untuk diambil oleh masing masing Desa.

“Kita harapkan begitu karena dengan pandemic kita tidak bisa mengumpulkan masyarakat hingga terjadi kermunan di desa” Ujar Petson Hangge. Terkait penduduk Cacat bawaan, kondisi fisik dan Lansia juga menjadi perhatian khusus. dan menjadi prioritas pelayanan. Tambahnya.

Menurut Petson Hangge, Perangkat perekaman untuk Biometrik yang dimiliki Dinas Dukcapil hanya satu dan saat ini tidak bisa dibawah kemana mana, harus tetap dikantor karena soal Conecs langsung dengan jaringan. Kedepan untuk upaya mengatasi kendala ini diharapkan adanya fasilitas pendukung pelayanan langsung

Untuk itu, Pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi kita dengan pengadaan mobil keliling lengkap dengan sarana sehingga pihak Dinas bisa masuk ke semua penjuru dan melakukan pelayanan langsung di Desa desa.

Kita akan membuat telaan kepada Pemerintah daerah sehingga jika tersedianya Anggaran maka Tahun Anggaran 2022 bisa lolos masuk dalam KUA-PPS dan tentunya membutuhkan perhatian dukungan dari masyarakat dan Lembaga Dewan

“ Ini untuk memudahkan proses pelayanan masyarakat. KK dan KTP sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat karena seluruh kepentingan masyarakat harus didukung dengan identitas dan dokumen baik KTP maupun KK” Ujarnya.(memo/maksi)

Tetap Terhubung Dengan Kami:

Pos terkait