Rakyat Rote Ndao Bertanya: Grasstrack Ini Bupati Cup atau SMRC?

Reporter: *)Tim 
| Editor: Redaksi
IMG 20261007 WA0003

ROTE NDAO, PENA-EMAS.COM – Penyelenggaraan kejuaraan otomotif Grasstrack yang membawa nama Bupati Rote Ndao Cup menuai tanda tanya di tengah masyarakat dan peserta. Sorotan publik salah satunya tertuju pada identitas yang tercantum pada sejumlah piala penghargaan. Meski kejuaraan tersebut menggunakan nama Bupati Rote Ndao Cup, pada piala yang diberikan kepada para pemenang justru tercantum nama Sasando Racing Team.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan: sebenarnya siapa penyelenggara resmi kejuaraan tersebut? Apakah kegiatan itu merupakan agenda Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, kegiatan Sasando Racing Team, atau kerja sama antara keduanya?
Pertanyaan tersebut menjadi semakin mengemuka karena informasi mengenai hadiah atau uang pembinaan bagi para pemenang dalam sejumlah kelas perlombaan disebut belum seluruhnya diterima.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan peserta, pembayaran hadiah atau uang pembinaan disebut berkaitan dengan anggaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), yang proses pencairannya dikabarkan masih menunggu APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Namun, di sisi lain, identitas Sasando Racing Team tercantum pada piala kejuaraan.
Perbedaan identitas tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan publik mengenai hubungan kelembagaan dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pelaksanaan kejuaraan.

Bupati Rote Ndao Cup, Mengapa Nama Sasando Racing Team di Piala?

Penggunaan nama kepala daerah dalam sebuah kegiatan tentu membutuhkan kejelasan mengenai dasar penyelenggaraan, pihak yang bertanggung jawab serta bentuk keterlibatan pemerintah daerah.

Karena itu, pencantuman nama Sasando Racing Team pada piala menjadi hal yang patut dijelaskan secara terbuka kepada publik dan peserta.

Apakah Sasando Racing Team merupakan penyelenggara resmi yang ditunjuk? Jika benar, atas dasar surat keputusan, rekomendasi atau kerja sama apa? Kemudian, sejauh mana Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terlibat dalam kegiatan tersebut?

Publik juga berhak mengetahui siapa yang menetapkan kelas perlombaan, besaran hadiah atau uang pembinaan, sumber pembiayaan, serta mekanisme pembayaran kepada para pemenang.

Kejelasan tersebut penting agar tidak terjadi kerancuan antara kegiatan resmi pemerintah daerah dengan kegiatan yang diselenggarakan klub otomotif.

Hadiah Belum Cair, Peserta Menunggu Kepastian

Persoalan hadiah menjadi perhatian tersendiri. Para peserta yang telah mengikuti perlombaan dan dinyatakan sebagai pemenang tentu berharap hak mereka dapat diberikan sesuai ketentuan yang telah disampaikan sejak awal.

Jika benar pembayaran hadiah menunggu proses APBD Perubahan, maka pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status anggaran dan kepastian waktu pencairannya. Sebab, bagi peserta, persoalan tersebut bukan sekadar nominal hadiah. Ada kepastian dan penghargaan terhadap prestasi yang telah mereka raih dalam sebuah kompetisi yang menggunakan nama Bupati Rote Ndao Cup.

IMI NTT Diminta Turun Evaluasi. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dinilai perlu memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan kejuaraan otomotif memiliki dasar yang jelas, termasuk struktur kepanitiaan, status penyelenggara, regulasi perlombaan, sumber pembiayaan, hingga mekanisme pertanggungjawaban.

Hal itu penting untuk menjaga profesionalitas olahraga otomotif sekaligus mencegah munculnya persoalan antara peserta, klub, panitia maupun pemerintah daerah.

Apalagi jika sebuah kejuaraan menggunakan nama kepala daerah atau pemerintah daerah, maka aspek transparansi dan kejelasan tanggung jawab menjadi semakin penting.
Pemkab Rote Ndao Perlu Buka Penjelasan
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dispora diharapkan memberikan penjelasan kepada publik mengenai status kegiatan tersebut.

Jika benar merupakan Bupati Rote Ndao Cup, masyarakat perlu mengetahui dasar penggunaan nama tersebut, bentuk dukungan pemerintah, sumber anggaran hadiah, serta hubungan kerja sama dengan Sasando Racing Team.

Sebaliknya, apabila kegiatan tersebut merupakan kegiatan Sasando Racing Team, perlu dijelaskan pula dasar penggunaan nama Bupati Rote Ndao Cup serta sejauh mana keterlibatan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Keterbukaan diperlukan agar tidak muncul persepsi yang keliru mengenai status kegiatan dan pihak yang bertanggung jawab.

Publik Menunggu Jawaban. Pada akhirnya, persoalan ini bukan hanya menyangkut nama pada sebuah piala atau hadiah yang belum diterima.

Ada pertanyaan mendasar yang perlu dijawab: siapa sebenarnya penyelenggara kejuaraan Grasstrack tersebut, apa peran Sasando Racing Team, siapa yang bertanggung jawab terhadap hadiah para pemenang, serta bagaimana dasar kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao?

Publik, khususnya para peserta dan pemenang, berhak mendapatkan informasi yang jelas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dispora, Sasando Racing Team maupun IMI NTT diharapkan dapat memberikan klarifikasi secara terbuka.

Penjelasan dari para pihak dinilai penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi dan tetap berada dalam koridor transparansi, profesionalitas serta pertanggungjawaban penyelenggaraan olahraga otomotif di Kabupaten Rote Ndao.

Pos terkait