Bupati Paulus Henuk Tegaskan: Adat Harus Dihormati, Masyarakat Wajib Dilindungi

Reporter: Arkhimes Molle 
| Editor: Redaksi
IMG 20260920 WA0001IMG 20260920 WA0001

ROTE NDAO, PENA-EMAS.COM — Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menegaskan pentingnya mencari jalan keluar yang adil dalam setiap persoalan yang menyentuh kepentingan masyarakat dan adat.

Pesan itu disampaikan Paulus saat berdiskusi bersama Camat Loaholu, para kepala desa, Maneleo, serta masyarakat Kecamatan Loaholu di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (19/9/2026).

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut digelar sebagai ruang dialog untuk membahas persoalan yang tengah dihadapi masyarakat sekaligus mencari solusi bersama melalui komunikasi dan kebersamaan.

Paulus mengatakan, pemerintah tidak dapat menyelesaikan setiap persoalan seorang diri. Peran tokoh adat dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kedamaian serta menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

 

“Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi, kebersamaan, dan semangat untuk saling memahami,” ujar Paulus.

Menurutnya, pemerintah dan tokoh adat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persatuan dan kepentingan masyarakat. Karena itu, perbedaan kepentingan tidak boleh menjadi alasan untuk mempertajam persoalan.

Ia mengungkapkan, dalam persoalan yang dibahas terdapat satu objek yang memiliki keterikatan dengan dua kepentingan. Di satu sisi terdapat kepentingan anak Leo dan keluarga adatnya, sementara di sisi lain terdapat kepentingan masyarakat yang menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah.

“Yang kita cari bukan siapa yang harus dikalahkan atau siapa yang harus dimenangkan. Yang kita cari adalah bagaimana menemukan jalan keluar yang adil, bijaksana, dan dapat diterima bersama,” tegasnya.

Paulus menegaskan, keberadaan pemerintah bukan untuk mempertentangkan kepentingan adat dengan masyarakat. Sebaliknya, pemerintah hadir sebagai jembatan untuk mempertemukan kepentingan kedua pihak.

“Adat harus dihormati, masyarakat harus dilindungi, dan pemerintah hadir untuk menjembatani keduanya,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak mengedepankan kepala dingin, komunikasi terbuka, serta semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Bagi Paulus, kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat merupakan kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai, adil, dan tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat harus terus kita rawat,” pungkasnya.

Pos terkait