Bupati Rote Ndao: Dana Kementerian TA 2025 Rp 2 218 000 000 000 Masuk Kabupaten Rote Ndao

IMG 20250323 WA0001IMG 20250323 WA0001

Bupati Rote Ndao: Dana Kementerian TA 2025 Rp 2 218 000 000 000 Masuk Kabupaten Rote Ndao

PENA-EMAS.COM – Setelah di lantik lima bulan menjadi Bupati Rote Ndao periode 2025 – 2030 pada 20 Pebruari 2025 yang lalu berbagai teroson dan kiat kolaborasi dengan pemerintah Pusat sesuai Visi – Misi – Sembilan Agenda Perubahan “ Mbule Sio “ Dana Pusat mengalir ke Rote Ndao mencapai Rp. 2,2 Triliun.

Bacaan Lainnya

Demikian hal ini terungkap dari pidato Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH saat upacara Peringatan Detik-detik Kemerdekaan Indonesia Ke – 80 di halaman Kantor Bupati, Minggu (17/8/2025).

Dalam pidato Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH mengatakan, Kabupaten Rote Ndao sebagai kabupaten kepulauan terselatan indonesia adalah gerbang depan NKRI, karena itu, pembangunan di Rote Ndao bukan hanya soal ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kedaulatan, keadilan dan keutuhan wilayah NKRI yang tidak hanya bermakna lokal tetapi juga nasional.

Menurut Bupati Paulus Henuk, SH. untuk mewujudkan prioritas pembangunan tersebut, berbagai upaya kolaboratif, sinergitas dan kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Rote Ndao telah melahirkan beberapa komitmen.

Komitmen Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kemajuan dan daya saing daerah dengan berbagai program unggulan melalui 9 program prioritas pembangunan ” Mbule Sio atau Sembilan Agenda perubahan”.

Komitmen tersebut ditindak dengan berbagai upaya setelah dilantik dan memimpin Rote Ndao kurang lebih lima bulan, Kabupaten Rote Ndao mendapat alokasi Dana pusat tahun anggaran 2025 dari beberapa Kementerian.

Paulus Henuk juga menyebutkan Komitmen dan dukungan Masyarakat Rote Ndao kemudian melahirkan Rote Ndao terpilih sebagai lokasi pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional oleh ini akan berlangsung dalam tiga tahap mulai tahun ini sampai dengan tahun 2027 dengan target produksi lebih kurang 2,6 juta ton per tahun dan akan menyerap 26 ribu lebih tenaga kerja.

Selanjutnya kegiatan optimalisasi lahan pertanian non rawa dengann luas lahan kurang lebih 1.000 hektar dan kegiatan cetak sawah rakyat/pembukaan lahan baru dengan luas lahan kurang lebih 2.150 hektar dari Kementerian Pertanian RI.

Pembangunan laboratorium kesehatan, untuk mendukung pemantauan kesehatan, diagnosis dan pengobatan, dari Kementerian Kesehatan RI dan Pembangunan perpustakaan daerah dari Perpustakaan Nasional RI

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang meliputi pembangunan sektor transportasi darat berupa rehabilitasi jalan dan pembangunan sektor sumber daya air meliputi rehabilitasi embung, bendung, dan saluran irigasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI.

Pembangunan sekolah rakyat untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dari Kementerian Sosial RI
……
Kemudian Bupati Paulus Henuk menyebut dalam rinciannya untuk Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional oleh Kementerian KKP RI dengan total Anggaran Rp. 2 Triliun

Optimalisasi lahan pertanian non rawa dengann luas lahan kurang lebih 1.000 hektar dan kegiatan cetak sawah rakyat/pembukaan lahan baru dengan luas lahan kurang lebih 2.150 hektar dari Kementerian Pertanian RI. dengan total anggaran Rp. 80 Miliar

Pembangunan laboratorium kesehatan, untuk mendukung pemantauan kesehatan, diagnosis dan pengobatan, dari Kementerian Kesehatan RI dengan total anggaran Rp. 20 Miliar
Pembangunan perpustakaan daerah dari Perpustakaan Nasional RI dengan total anggaran Rp. 11 Miliar

Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang meliputi pembangunan sektor transportasi darat berupa rehabilitasi jalan dan pembangunan sektor sumber daya air meliputi rehabilitasi embung, bendung, dan saluran irigasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI dengan anggaran sebesar Rp.7 Miliar lebih

Pembangunan sekolah rakyat untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dari Kementerian Sosial RI dengan total anggaran Rp.100 Miliar

“ Jumlah keseluruhan Dana dari Kementerian sebesar Rp. 2 218 000 000 000,-“ Ucap Mantan Wakil Ketua DPRD Kab. Rote Ndao asal Partai Perindo ini

Selanjutnya dalam Pidatonya. Paulus Henuk menegaskan, Perjalanan pembangunan untuk mengisi kemerdekaan dalam upaya mensejahterakan masyarakat, tidaklah mudah. namun berbagai upaya, inovasi dan kerja keras yang kita laksanakan membuahkan hasil dan apresiasi baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun lembaga lainnya.

Berbagai penghargaan di bidang perencanaan pembangunan, pariwisata, pencegahan stunting, pemerintahan desa, inovasi daerah dan penanggulangan kemiskinan, salah satunya baru saja kita mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas pelaksanaan 100% rekam medik elektronik puskesmas terintegrasi satu sehat.

Kabupaten Rote Ndao juga berhasil keluar dari status daerah tertinggal berdasarkan keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 490 tahun 2024.

Bupati Paulus berharap. Tahun 2045 akan menjadi tonggak bersejarah 100 tahun Indonesia merdeka yang kita kenal dengan sebutan indonesia emas. pada saat itu, bangsa kita bercita-cita menjadi negara maju, berdaulat, adil, dan makmur.

Guna mencapainya, dibutuhkan kerja keras, inovasi, dan kontribusi dari seluruh daerah, termasuk kabupaten Rote Ndao. mari kita pastikan bahwa Rote Ndao terus memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini.

Untuk itu, kita harus bersatu karena tidak ada kemajuan tanpa persatuan. perbedaan latar belakang, bahasa, maupun keyakinan harus menjadi kekuatan yang mempersatukan, bukan memisahkan.

Kita juga harus menyiapkan SDM yang unggul dan berkualitas, membangun infrastruktur yang kuat, mengembangkan ekonomi yang mandiri, dan melestarikan budaya yang menjadi identitas kita guna mewujudkan visi RPJPD Rote Ndao Nusa Malole 2045.

Kepada PENA-EMAS.COM- Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH mengatakan, Pemerintah tetap berusaha dan bekerja keras untuk mewujudkan perubahan dan mensejahterakan Masyarakat Rote Ndao.

Untuk itu, Pemerintah daerah tetap membangun kerja kerja kolaboaratif dengan Pemerintah Pusat dan Propinsi untuk semakin banyak kegiatan Pembangunan di daerah ini bersumber dari Pusat yakni Kementerian.

“ Kita tidak bisa bangun daerah dan mensejahterakan rakyat hanya dengan APBD dan PAD kita yang masih kecil nilainya. Saya sebagai Bupati salah satu tugasnya adalah mencari uang di pusat dan investor untuk bangun Rote Ndao dan sejahterakan rakyat “ Ujarnya. *)memo

Pos terkait