Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Diruang ruang kelas itulah mereka berbagi cerita tentang profesi, perjalanan Pendidikan, perjalanan hidup, kegagalan dan keberhasilan. Pelajaran kehidupan, perjumpaan itu mungkin hanya beberapa jam di sekolah tetapi kita tidak pernah tahu bahwa cerita mereka sederhana dapat membuat seorang anak menemukan cita citanya dan mulai percaya pada masa depannya karena pesan yang ingin kita tanamkan sederhana yaitu “ Anak Rote boleh lahir di Pulau kecil tapi mimpinya tidak boleh kecil”
Demikian hal ini dengan tegas disampaikan oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH di hadapan ribuan masyarakat dan disaksikan para Relawan, Forkopimda, Pj. Sekda, Pimpinan OPD, Kepala Sekolah dan para guru saat penutupan Kegiatan Rote Mengajar Tahun 2026 di arena Pameran Pembangunan dan Expo UMKM – Hut RI ke 81, Senin (25/8/2026) di Lapangan Christian Nehemia Dillak,SH – Ba.a Rote Ndao.
Dalam Pidato Bupati Paulus Henuk mengatakan, Hari ini kita sampai dipenghujung sebuah perjalanan tetapi saya percaya perjalan singkat selama tiga hari telah meninggalkan jejak yang Panjang, Rote mengajar 2026 menghadirkan 206 relawan terdiri dari 132 relawan dari luar Rote Ndao dan 74 relawan dari dalam Rote Ndao dengan beragam profesi dan latar belakang bahkan ada yang datang dari luar negeri.
Mereka hadir bukan untuk sekedar mengajar tetapi untuk membagi pengalaman, membuka cakrawala, menyalahkan keberanian, dan menghadirkan mimpi mimpi baru bagi anak anak Rote Ndao, melalui kelas inspirasi, relawan telah hadir di 34 Sekolah SD SMP dan SMA dan menjangkau kurang lebih 3000 anak Rote Ndao.
Diruang ruang kelas itulah mereka berbagi cerita tentang profesi, perjalanan Pendidikan, perjalanan hidup, kegagalan dan keberhasilan, dan Pelajaran kehidupan, perjumpaan itu mungkin hanya beberapa jam di sekolah tetapi kita tidak pernah tahu bahwa cerita mereka sederhana dapat membuat seorang anak menemukan cita citanya dan mulai percaya pada masa depannya karena pesan yang ingin kita tanamkan sederhana yaitu anak Rote boleh lahir dipulau kecil tapi mimpinya tidak boleh kecil.
“ Seorang anak menemukan cita citanya dan mulai percaya pada masa depannya karena pesan yang ingin kita tanamkan sederhana yaitu Anak Rote boleh lahir dipulau kecil tapi mimpinya tidak boleh kecil “ Ucap Paulus
Paulus Henuk menegaskan, Rote Ndao mengajar bukan sekedar kegiatan mengajar. Ia bagian dari “ Mbule Dua” Rote Ndao cerdas sekaligus wujud nyata dari Gerakan “Mai Fali” Maifali adalah panggilan untuk pulang Kembali. Kembali tidak berarti harus pulang dan menetap di Rote, “Kembali dapat diwujudkan dengan membawa pulang pengetahuan, pengalaman, jejaring, kesempatan dan kepedulian untuk membangun tanah ini.”
Karena itu kepada semua Diaspora Dimana saja berada “ Panggilan kita tetap sama Mai Fali e “ Mari Kembali melihat tanah kita, melihat anak anak kita, dan mengambil bagian dalam membangun masa depan Rote Ndao
Pada momentum penutupan yang terimplisit dalam suasana penuh harapan juga terasa haru tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH menyampaikan terima kasih kepada semua para Relawan dan pihak pihak yang telah terlibat dalam agenda Rote Mengajar 2026 yang berakhir dengan sukses dan lancer.
Kepada Saudara saudara ku yang bukan berasal dari Rote Ndao tetapi memilih datang dan berbagi bersama kami mulai hari ini saudara bukan lagi sekedar tamu, saudara telah menjadi bagian dari keluarga besar Rote Ndao.
Kepada 206 Relawan Rote mengajar terima kasih telah memilih Rote dan memilih anak anak Rote terima kasih atas waktu dan tenaga, pengetahuan, pengalaman dan Inspirasi yang telah saudara berikan dan “ Bahkan bukan sekedar anda memberi tetapi anda bahkan telah berkorban bagi daerah ini untuk anak anak meraih mimpi mimpi mereka kedepan”
Kepada Nara Sumber kuliah umum Rote Mengajar terima atas gagasan, pengalaman dan inspirasi perspektif yang telah dibagikan untuk memperkaya cara kita melihat masa depan Rote Ndao
Kepada 34 Sekolah para Kepala sekolah dan guru guru terima kasih telah membuka pintu sekolah dan memberikan ruang kepada para relawan untuk berbagi
Pada sekitar 3000 anak yang ditemui para relawan di sekolah sekolah meskipun mereka tidak hadir bersama kita pada penutupan kegiatan pada malam ini, merekalah alasan utama Gerakan ini dilakukan. Kita berharap, inspirasi yang ditanamkan akan tumbuh menjadi keberanian untuk bermimpi dan memperjuangkan masa depan
Selain itu Kepada Untar terima kasih telah menjadi bagian penting dari Rote Mengajar dan menjadi tempat terselenggaranya kuliah umum yang dihadiri lebih kurang 600 peserta
Secara khusus disampaikan terima kasih untuk keluarga besar Rote Ndao di Kota Kupang atas dukungan dan kontribusinya sejak awal, terima kasih pula kepada Hos Family yang telah membuka rumah dan menerima para relawan sebagai keluarga
Kepada Panitia, Perangkat daerah, Komunitas dunia usaha, para mitra serta semua pihak yang telah berkonstribusi baik melalui tenaga pkikiran, fasilitas maupun sumber daya lainnya kami menyampaikan penghargaan yang sebesar besarnya
Tidak semua nama dapat disebutkan satu persatu tetapi setiap konstribusi memiliki arti Rote mengajar 2026 merupan kerja Bersama Cerminan semangat Ita Esa.
“Ketika saudara saudara relawan meninggalkan Rote Ndao kegiatan ini mungkin telah selesai tetapi hubungan yang kita bangun tidak selesai disini dan jangan selesai disini” tetaplah menjadi sahabat bagi Rote Ndao, tetaplah menjadi penyala mimpi bagi anak anak yang saudara temui.
Ceritakan tentang Rote Ndao ditempat saudara dan satu saat nanti “ Mai Fali e.. Pulanglah Kembali” sebab boleh jadi perjumpaan kita diruang kelas hanyalah satu hari tetapi bagi seorang anak satu cerita satu kalimat, satu sosok yang ia temui dapat mengubah cara Ia melihat masa depannya.
Dari Rote anak anak kita percaya bahwa mereka dapat berjalan kemana saja dari pulau paling selatan Indonesia mereka harus berani melihat dunia dan kelak mereka berhasil kita berharap mereka juga akan mengingat jalan pulang “Mai fali” karena kita percaya modal terbesar orang Rote Ndao adalah orang Rote Ndao itu sendiri
Mari kita jaga api yang telah dinyalakan melalui Rote mengajar biarkan satu inspirasi melahirkan inspirasi berikutnya, satu mimpi melahirkan keberanian; satu generasi kelak Kembali membangun generasi setelahnya itulah semangat Rote Mengajar “ Sehari mengajar, seumur hidup menginspirasi”
“Secara resmi Gerakan Rote Mengajar di tutup tetapi gerakannya tidak pernah kita tutup, Rote Mengajarb oleh selesai hari ini tetapi inspirasi harus tetap hidup, Mai Fali bukan sekedar panggilan untuk kita pulang tetapi Mai Fali e untuk kembali memberi, mari berbagi dan Kembali membangun Rote Ndao Bersama sama. Tutup Bupati Paulus
