Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menimpa seorang anak berusia 16 tahun hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit memicu keresahan warga. Mereka mempertanyakan lambannya respons serta minimnya komunikasi dari instansi terkait dalam menangani potensi penyebaran penyakit tersebut.
Kepada PENA-EMAS,COM – Kamis (6/8) Warga mengaku telah melaporkan kasus itu kepada instansi berwenang dengan harapan segera mendapat penjelasan mengenai hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) maupun langkah-langkah pencegahan yang akan dilakukan pemerintah. Namun hingga kini, mereka mengaku belum menerima informasi resmi.
“Kami tidak mengetahui bagaimana hasil Penyelidikan Epidemiologi yang telah dilakukan. Kami juga tidak mendapat penjelasan mengenai langkah-langkah pencegahan yang akan dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi penyebaran DBD,” ungkap salah seorang warga.
Menurut warga, permohonan agar dilakukan pengasapan (fogging) juga belum memperoleh kepastian. Meski demikian, mereka mengaku memahami bahwa fogging bukan merupakan tindakan yang wajib dilakukan pada setiap kasus DBD dan pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan serta hasil kajian teknis.
Namun yang menjadi persoalan, kata mereka, adalah tidak adanya penjelasan kepada masyarakat mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
“Kami tidak mempersoalkan apakah fogging dilakukan atau tidak. Yang kami harapkan adalah adanya penjelasan yang terbuka. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sedang dan akan dilakukan pemerintah agar tidak hidup dalam kekhawatiran dan ketidakpastian,” ujarnya.
Warga menilai pelayanan publik tidak cukup hanya menerima laporan, tetapi juga harus diikuti dengan komunikasi yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama dalam situasi yang menyangkut kesehatan publik.
Mereka menegaskan bahwa penyampaian aspirasi ini bukan untuk menyalahkan pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar pemerintah segera mengambil langkah yang diperlukan sesuai prosedur serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
Warga berharap instansi terkait segera menyampaikan hasil Penyelidikan Epidemiologi, langkah-langkah pengendalian yang telah dan akan dilakukan, serta alasan apabila fogging memang tidak direkomendasikan berdasarkan hasil kajian.
“Mudah-mudahan tidak perlu menunggu bertambahnya kasus baru semua pihak menyadari bahwa respons cepat dan komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat,” tutup warga.
Kasus DBD ini Muncul kepermukaan saat Lionel Malelak Warga kelurahan Busalangga Kec. Rote Barat Laut mengalami sakit DBD dan rawat di RSUD Ba,a sejak Senin (3 -6 /8/2026 ). dan Warga menyampaikan kepada pihak Dinas Kesehatan kabupaten Rote Ndao tetapi tidak mendapat respons.
“Jangan Tunggu Korban Bertambah Baru Bertindak” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan. Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Bupati Rote Ndao belum berhasil di konfirmasi.
