Rote Ndao , PENA EMAS.COM– Kepala Unit Penyelanggara Bandara D.C. Saudale Kelas III Rote, Yulius Kismono, SE, Menyambut baik usulan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk,S.H, kepada Kementerian Perhubungan terkait rencana perluasan dan perpanjangan landasan pacu Bandara D.C. Saudale.
Menurut Yulius, usulan tersebut sangat relevan dengan posisi strategis Kabupaten Rote Ndao sebagai wilayah terluar sekaligus gerbang selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain berfungsi sebagai sarana transportasi udara, bandara juga memiliki peran penting dalam mendukung pertahanan negara dan penanganan bencana.
“Usulan Bapak Bupati kami sambut baik. Sebagai daerah kepulauan dan pulau terluar, idealnya bandara di Rote dapat didarati pesawat Hercules. Fungsi bandara bukan hanya untuk transportasi, tetapi juga mendukung pertahanan dan tanggap bencana,” Ujar Yulius saat diwawancarai pada Kamis (18/6/2026).
Yulius Kismono, menjelaskan, agar pesawat Hercules dapat mendarat dengan aman, membutuhkan panjang landasan pacu minimal mencapai 2.200 meter. Sementara saat ini panjang landasan Bandara D.C. Saudale baru sekitar 1.650 meter, sehingga masih membutuhkan penambahan panjang landasan dan menambah luasan
Meski demikian, Yulius menegaskan bahwa proses pengembangan bandara harus dilakukan sesuai prosedur dan tahapan yang berlaku. Langkah awal yang saat ini dilakukan adalah mengusulkan revisi master plan kepada Kementerian Perhubungan.
“Perluasan dan perpanjangan landasan tidak bisa dilakukan begitu saja. Harus diawali dengan studi dan review master plan untuk mengetahui kebutuhan lahan, arah pengembangan, serta berbagai aspek teknis lainnya,” jelasnya.
Setelah revisi master plan selesai, lanjut Yulius, tahapan berikutnya adalah penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk mengkaji dampak yang mungkin timbul akibat pengembangan bandara. Selanjutnya akan disusun Rencana Teknik Terinci (RTT) sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.
Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian status lahan bandara yang saat ini masih berada di bawah penguasaan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan belum diserahkan kepada Kementerian Perhubungan.
“Kami berharap proses penyerahan lahan dapat segera diselesaikan sehingga tidak menghambat rencana pengembangan bandara di masa mendatang,” katanya.
Yulius menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir jumlah penumpang yang menggunakan Bandara D.C. Saudale menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi ini semakin memperkuat urgensi pengembangan fasilitas bandara guna mendukung konektivitas dan pertumbuhan daerah.
Sebagai gerbang selatan NKRI, pengembangan Bandara D.C. Saudale dinilai menjadi kebutuhan strategis yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat fungsi pertahanan negara serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan bencana di wilayah perbatasan Indonesia bagian selatan.
“Kami sangat mendukung usulan Bapak Bupati. Dengan posisi Rote sebagai pulau terluar dan gerbang selatan Indonesia, pengembangan Bandara D.C. Saudale merupakan kebutuhan yang strategis bagi masa depan daerah maupun kepentingan nasional,” Tutup Yulius
