Mesak Bailao:Tidak Mau Banyak Janji Tapi Tak Henti Berusaha Demi Masyarakat

Reporter: Ariyanto Tulle  
| Editor: Redaksi
IMG 20260808 WA0006IMG 20260808 WA0006

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM— Kegiatan Reses II, Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao Periode 2024-2029, Capt. Mesak Bailao, A.Md., M.Mar, Tahun Anggaran 2026,

Kegiatan Reses II, bertempat di Rt 009, Rw 005, Dusun Mekar, Desa Baadale, Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, Jumat(7/8/2026)Pukul 18:00 Wita hingga Selesai

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan reses II, yang bertempat di Rt 010, Rw 05, Dusun Mekar , Desa Baadale , Kecamatan Lobalain, dalam kesempatan usul saran beberapa Masyarakat Desa Baadale banyak memberi usulan penuh harapan untuk menjadi bagian aspirasi mendasar masyarakat yang sekian lama masih terbendung dalam usulan baik tingkat Dusun, Desa, mauoun tingkat Kabupaten.

Salah satunya, Nemuel Kueain, SH,(Tokmas Dusun Mekar), Menyampaikan berbagai keluhan atas sejumlah infrastruktur penunjang yang sangat tidak layak dan mengancam terjadinya kecelakaan diantara fasilitas sarana prasarana jalan rusak sepanjang Desa Baadale lebih kurang 4,5 kilo meter, Tembok Penahan tanah(TPT), lebih kurang 450 meter di Dusun Mekar, Daerah aliran sungai (DAS), saat ini mengancam longsornya rumah pemukiman warga setempat,

Selain itu, Adrianus Ndolu dalam sarannya mengusulkan jalan penghubung pesisir pantai dari Namondao, Kelurahan Namodale ke Desa Baadale dan selanjutnya ke Desa Daudolu dan terhubung ke Kecamatan Loaholu dan Kecamatan Rote Barat sebagai jalur Pantai Utara (Pantura).

Daniel Tulle, Warga Dusun Ndudale, mengharapkan ada evaluasi kembali pemerintah daerah terkait penentuan terkait tingkatan desil kesejahteraan masyarakat.

Masih ditemukan tidak akuratnya pendataan dan penentuan kategori desil bagi warga” ada yang ekonomi rendah dan tingal ditempat hunian yang tidak layak huni tapi masuk kategori desil 5-10″. Ujar Daniel bernada heran

Ditambah Tulle, hilangnya nama anggota kelompok tani dalam RDKK, serta belum maksimal dan tepat sasaran pemberian bantuan pemerintah kepada masyarakat di Desa Baadale baik melalui bantuan Pemdes dan Pemkab masih terkesan pandang bulu atau orang dekat.

Diakhir kegiatan reses II, Tokoh Adat(Manaleo Faisama), Junus Toudengga dalam usulan meminta Pemerintah Daerah dan DPRD serta Dinas teknis untuk bersinergi agar menata icon pariwisata tiang bendera sebagai salah satu destinasi wisata yang terdekat ibukota kabupaten yang sudah cukup dikenal terkesan habis terbangun menelan dan menguras uang daerah namun mubasir setelah anggaran di realisasikan.

” Kami minta Pemda dan DPRD dan OPD Teknis tidak hanya bisa membangun namun tidak ada dampak dan kontribusi balik bagi daerah dan masyarakat setempat, sangat kasihan uang rakyat habis dikuras hanya jadi rumah ternak” Ucap Junus Toudengga

Lebih lanjut ada keluhan yang disampaikan oleh Tokoh Perempuan, yang namanya enggan di sebut. Ia mengeluhkan adanya kelangkaan BBM ditengah usai kenaikan harga BBM kemarin

Pengamatan Tokoh Perempuan, Pertamina di Kabupaten Rote Ndao hanya buka jam pelayanan pengisian berkisar 1 sampai 2 jam sementara pengendara mencapai ratusan setiap harinya mengantri

Selain itu, BBM yang terpacang di pinggiran jalan dengan ukuran liter yang bervariasi dengan rata-rata diatas harga eceran tertinggi (HET),

Ditambahkan Tokoh Perempuan, mengeluhkan pelayanan Medis di Rumah Sakit Daerah Baa, Kabupaten Rote Ndao yang selalu berkedok habisnya obat-obatan di apotik rumah sakit sementara pasien BPJS dan meminta keluarga pasien wajib membeli di Apotik yang berada diluar rumah sakit dengan harga yang sangat tinggi.

” Ketong binggung, anak masuk rumah sakit, nanti dokter kasih resep koh harus beli obat diluar apotik rumah sakit dengan alasan obat sonde ada?, harus cari keliling di apotik yang ada diluar rumah sakit dengan harga yang tinggi”. Akui Tokoh Perempuan

Usai menjawab sejumlah deretan usul saran Masyarakat Desa Baadale, Anggota DPRD asal Partai Gelora tidak mau berjanji namun banyak usul saran serta besar harapan sebagai perpanjangan tangan dan doa akan dirinya sebagai penyambung lidah masyarakat tetap berusaha dan memperjuangkan hak-hak dan permintaan pembenahan infrastruktur di desa setempat

Mesak Bailao, Mengatakan niat tulusnya tetap melayani masyarakat dengan penuh cinta kasih tanpa adanya pandang bulu dan semua masyarakat memiliki hak yang sama

“Kami dipilih Masyarakat untuk berjuang, melayani sebaiknya dengan niat tulus tanpa harus ada orang dekat dan orang dalam”. Pungkas Capt. Mesak Bailao

Pantauan Media, Antusias Masyarakat Desa Baadale dalam kegiatan reses II, Capt. Mesak Bailao, A.Md., Mar, diperkirakan yang hadir dalam reses lebih kurang 128 Orang yang hadir dalam Reses II, berlangsung dari Pukul 18:00 smpai Pukul 22:00 Wita.

Lebih kurang 128 Masyarakat tersebut, terdiri dari Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Desa Baadale yang tersebar di lima dusun.

Pos terkait