Enam Anggota Polri di duga terlibat Masalah BBM Di Rote Ndao sedang Jalani Pemeriksaan

Reporter: Ariyanto Tulle  
| Editor: Redaksi
IMG 20260917 WA0009IMG 20260917 WA0009

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) lagi marak disorot publik. Mulai dari Pemerintah daerah menjadi sasaran kemarahan publik karena dinilai tidak mampu menyelesaikan masalah BBM hingga setelah terungkap ke permukaan Mafia BBM di SPBU Metina (6/9/2026) dengan Rekomendasi bodong Solar Subsidi bagi Nelayan  dan  Anggota Polri aktif terseret dugaan bisnis Pertamax illegal.

Dugaan Mafia BBM di SPBU Metina dengan Rekomendasi bodong Solar Subsidi bagi Nelayan  oleh Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndaio dan  Anggota Polri  terseret dugaan bisnis BBM. Selain jadi hasil investigasi Media tetapi juga diakui Aparat pemerintah dan penegak hukum.

Bacaan Lainnya

“ Satu Anggota Polisi Polda NTT dan lima anggota Polres Rote Ndao sementara diperiksa oleh Propam “

Demikian hal ini di sampaikan oleh Kapolres Rote Ndao melalui Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Rifai,SH saat Rapat Dengar  Pendapat Umum ( RDPU) DPRD, Pemerintah Daerah, Polres Rote Ndao, SPBU dan pihak Media di Gedung Sasando DPRD Kabupaten Rote Ndao Rabu (16/9/2026 ) sekitar pukul 12:30 Wita

Dalam penjelasannya. Kasat Reskrim Polres Rote Ndao AKP Rifai,SH mengakui adanya anggota Polri yang terlibat dalam masalah BBM di antaranya satu orang adalah anggota aktif pada Polda NTT dan lima orang adalah anggota Polres Rote Ndao, saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh Bidang profesi.

Ia mengakui “ Satu anggota Polisi Polda NTT  dengan inisial J yang bertugas di Yaman Polda  NTT saat ini sementara diperiksa oleh Bidang Profesi ( Bid. Propam ) Polda NTT.  J diminta klarifikasi langsung ke Kabid Propam Polda NTT “ Ujar Rifai.

Selanjutnya masalah di SPBU Metina ada oknum anggota Polisi Polres Rote Ndao soal penyalahgunaan pengisian BBM sementara menjalani pemeriksaan di Propam Polres Rote Ndao. Jelasnya.

Rifai mengatakan, BBM Non Subsidi ( Jenis Pertamax) seharusnya dijatahkan kepada Anggota  Polres Rote Ndao untuk digunakan atau dipakai untuk kebutuhan operasional tugas namun disalahgunakan kepada salah satu warga Masyarakat sipil dengan mengantongi kupon jatah BBM ke – 5 anggota  Polres untuk mengambilnya di SPBU Metina.

Dua kejadian ini benar terjadi ditubuh Polri dan masing masing sudah diproses oleh pihak Propam sebagai Polisinya Polisi.

“ Kupon pengisisn BBM itu disalahgunakan, harusnya dipakai untuk operasional  mereka dan sementara sudah ditindaklanjuti “ Ucap Rifai menjawab pertanyaan Bupati Rote Ndao soal keterlibatan Anggota Polres JP.

Untuk diketahui, Hadir dalam RDPU  tersebut Ketua DPRD Alfret Saudila,A.Md, Wakil Ketua Denison Moy,ST dan Drs. Lazarus Y Pah, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH, Forpimda dan Pimpinan OPD, Kepala SPBU Metina Wisnu Angga, SPBU Sanggaoen Risthy Thei, SPBU Longgo David bagus Pramono, SPBU Pantai Baru Yudi Setiawan, SPBU Sedeoen Angella Elsha Eunike Toelle, Pimpinan Media dan Jurnalis dari 15 Media se- Rote Ndao.

Hingga berita ini ditayang. Terkait hasil pemeriksaan dan tindaklanjut ke-6 anggota Polri yang diduga terlibat dalam masalah BBM ini, Kabid Humas Polda NTT, Kabid Propam Polda NTT dan Kapolres Rote Ndao belum berhasil di konfirmasi.

Kini publik menunggu langkah Polda NTT dan Polres Rote Ndao untuk menindak tegas anggota polisi yang terlibat,  membuka persoalan tersebut secara terang-benderang. Siapa yang menerbitkan rekomendasi, siapa yang menerima, siapa yang menggunakan, dan ke mana BBM subsidi tersebut mengalir—semuanya harus bisa dijelaskan.

Jika benar terdapat masalah hukum, maka penindakan tidak boleh berhenti  tapi Rantai pertanggungjawaban dari hulu hingga hilir harus dibongkar dan penegakan hukum harus di jalankan tanpa pandang bulu.

Seperti diberitakan sebelumnya. Terbongkar Oknum Polisi Aktif Polda NTT, Pengusaha BBM Di Rote Ndao https://www.pena-emas.com/hukum/terbongkar-oknum-polisi-aktif-polda-ntt-pengusaha-bbm-di-rote-ndao/

Pos terkait