Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Pemerintah daerah Kabupaten Rote Ndao memaparkan berbagai capaian pembangunan dan kinerja pemerintahan selama beberapa tahun terakhir dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 daerah tersebut, Jumat (10/4/2026).
Dalam sambutan resmi pada upacara peringatan HUT yang digelar di ibu kota kabupaten, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan daerah menunjukkan kemajuan signifikan, baik pada sektor ekonomi, tata kelola pemerintahan, maupun kesejahteraan masyarakat.
Secara makro, perekonomian Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 7,96 persen, angka yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut Bupati, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat sepanjang tahun 2025 yang mampu menghasilkan nilai tambah serta memperkuat struktur ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan dinamika aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin meningkat. Namun tantangan kita adalah memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah juga menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah selama lima tahun berturut-turut, yakni sejak tahun anggaran 2021 hingga 2025.
Di bidang reformasi birokrasi, pemerintah daerah juga memperoleh predikat B (Baik) pada penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2024 dan 2025 oleh Kementerian PAN-RB.
Pada sektor kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan di daerah ini menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2025 tingkat kemiskinan berada pada angka 24,37 persen, sementara indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan masih relatif terkendali.
Sementara itu, indikator pembangunan manusia juga mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia di daerah ini ditopang oleh usia harapan hidup 70,17 tahun, harapan lama sekolah 13,24 tahun, serta rata-rata lama sekolah 7,84 tahun.
Pemerintah daerah juga memperoleh sejumlah penghargaan nasional dan regional. Salah satunya adalah UHC Awards 2026 sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, Kabupaten Rote Ndao juga meraih peringkat ketiga terbaik di NTT dalam aksi konvergensi penurunan stunting, yang menunjukkan keseriusan pemerintah bersama lintas sektor dalam menekan angka stunting.
Dalam sektor ekonomi berbasis potensi lokal, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di wilayah tersebut. Atas langkah tersebut, pemerintah daerah menerima Pos Kupang Awards sebagai pionir industri garam di NTT.
Bupati menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah, pemangku kepentingan, serta dukungan masyarakat.
“Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi hasil kerja kolektif seluruh stakeholder dan masyarakat Rote Ndao yang bersama-sama mendorong pembangunan daerah,” tegasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang perlu diatasi, di antaranya tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi, struktur ekonomi yang masih didominasi sektor primer, serta keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai strategi pembangunan, termasuk penguatan sektor pertanian dan ekonomi rakyat, pembangunan infrastruktur produktif, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan UMKM dan desa.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi pembangunan di Kabupaten Rote Ndao menuju daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera.(Arkhimes)
