ROTE NDAO, PENA-EMAS.COM — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir mulai mendapat penanganan. Mulai Senin (26/10/2026), sistem ganjil-genap diberlakukan untuk mengatur kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan tersebut ditempuh untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus menciptakan pelayanan pengisian BBM yang lebih tertib, aman, dan efektif di tengah tingginya antrean.
Kepala Operasional SPBU Longgo, David Bagus Pramono, mengatakan penerapan sistem ganjil-genap merupakan hasil koordinasi antara pengelola SPBU, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dan Satuan Tugas Tata Kelola BBM Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.
“Penerapan ganjil-genap ini salah satunya untuk menjawab persoalan antrean panjang kendaraan yang terjadi beberapa hari terakhir di SPBU,” kata David saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 10.32 WITA.
Targetkan Antrean Berkurang Separuh
Menurut David, pembatasan berdasarkan nomor polisi kendaraan diharapkan mampu memangkas jumlah kendaraan yang datang secara bersamaan ke SPBU.
Ia mencontohkan, apabila dalam kondisi normal terdapat sekitar 1.000 kendaraan yang mengantre, penerapan sistem ganjil-genap berpotensi mengurangi jumlah kendaraan yang datang pada hari yang sama hingga sekitar separuhnya.
“Misalnya ada 1.000 kendaraan. Dengan ganjil-genap, kendaraan yang mengantre bisa berkurang menjadi sekitar 500 unit. Pelayanan tentu menjadi lebih efektif, tertib dan aman. Kendaraan tidak berdesakan dan antreannya tidak terlalu panjang,” ujarnya.
David menjelaskan, pada Selasa (27/10/2026), pelayanan pengisian BBM akan dialihkan untuk kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka ganjil.
Pola pelayanan selanjutnya akan menyesuaikan sistem ganjil-genap yang telah ditetapkan.
Menurut dia, kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah penanganan sementara terhadap kondisi pelayanan BBM yang dinilai membutuhkan pengaturan khusus.
Jika distribusi dan pelayanan BBM kembali normal, sistem tersebut dapat dievaluasi dan disesuaikan setelah dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan pihak Pertamina.
David mengungkapkan, sebelum sistem ganjil-genap diterapkan, antrean kendaraan di SPBU dapat mengular sekitar 600 meter hingga mencapai satu kilometer.
Sementara berdasarkan pantauan PENA-EMAS.COM di SPBU Longgo, Kecamatan Rote Barat Laut, Senin (26/10/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terlihat sejak pelayanan dibuka pukul 08.00 WITA.
Namun, panjang antrean terpantau berada pada kisaran 200 hingga 300 meter.
David berharap penerapan sistem ganjil-genap dapat memberikan dampak positif terhadap pelayanan BBM di lima SPBU yang beroperasi di Kabupaten Rote Ndao.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas BBM dan Polres Rote Ndao yang turut membantu pengamanan serta pengaturan kendaraan di SPBU Longgo maupun SPBU lainnya.
“Atas nama rekan-rekan pengelola SPBU, kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas BBM dan Polres Rote Ndao yang telah membantu mengamankan pelayanan. Antrean menjadi lebih teratur, tertib, aman dan lancar,” katanya.
Warga Diminta Tertib Saat Mengantre
David meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak memicu kericuhan selama proses pengisian BBM berlangsung.
Menurut dia, kerja sama antara masyarakat, pengelola SPBU, aparat keamanan dan pemerintah sangat dibutuhkan agar persoalan antrean maupun gangguan pelayanan BBM dapat segera terurai.
“Masyarakat yang mengantre kami mohon saling memahami dan tidak menimbulkan kericuhan di area SPBU. Silakan mengantre dengan tertib. Petugas akan tetap melayani sesuai jam pelayanan yang telah ditentukan,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal pelayanan yang diperoleh PENA-EMAS.COM, lima SPBU di Kabupaten Rote Ndao melayani pengisian BBM mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.
SPBU Pantai Baru melayani Pertalite, demikian pula SPBU Metina dan SPBU Longgo. Sementara SPBU Sanggaoen melayani Pertamax, sedangkan SPBU Sedeoen melayani Pertamina Dex.
Penerapan sistem ganjil-genap diharapkan tidak hanya mengurai antrean kendaraan, tetapi juga memastikan proses pengisian BBM berjalan lebih tertib di tengah persoalan distribusi dan tingginya kebutuhan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.
