ROTE NDAO, PENA-EMAS.COM — Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dijadwalkan kembali melayani penyaluran bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax kepada sub agen atau sub penyalur yang sebelumnya telah melakukan pemesanan.
Pelayanan tersebut dilakukan menyusul tibanya kapal pengangkut BBM di Pelabuhan Ba’a yang membawa pasokan BBM subsidi maupun nonsubsidi ke Rote Ndao.
Sejumlah SPBU yang disebut akan melayani penyaluran kepada sub agen di antaranya SPBU Metina, SPBU Longgo dan SPBU Pantai Baru.
Untuk mempercepat distribusi BBM nonsubsidi ke wilayah kecamatan, pelayanan di SPBU tertentu untuk masyarakat umum akan dihentikan sementara dan diprioritaskan bagi sub agen yang telah melakukan pemesanan sebelumnya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi BBM ke kecamatan-kecamatan sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan yang belakangan terjadi di sejumlah SPBU di Rote Ndao.
Manager SPBU Longgo, David, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (24/10/2026), mengatakan kapal Ferimas Anugerah telah tiba dan bersandar di Pelabuhan Ba’a dengan membawa pasokan BBM subsidi dan nonsubsidi.
Dengan masuknya pasokan tersebut, pihak SPBU Longgo akan memprioritaskan pelayanan BBM nonsubsidi kepada sub penyalur yang sebelumnya telah melakukan pemesanan.
“Besok kami melayani orderan sub penyalur untuk disalurkan. Khusus trip ini, pelayanan diberikan kepada mereka yang sudah melakukan orderan,” kata David.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar pasokan BBM yang telah tiba dapat segera didistribusikan melalui jaringan sub penyalur ke wilayah yang membutuhkan.
Hal senada disampaikan Manager SPBU Metina, Wisnu. Ia mengatakan, dengan tibanya kapal pengangkut BBM, pihaknya akan memprioritaskan pelayanan kepada sub agen. Konsekuensinya, pelayanan untuk masyarakat umum dihentikan sementara selama proses tersebut berlangsung.
“Karena kapal sudah ada, maka mulai besok sementara kami tutup pelayanan untuk umum dan dikhususkan kepada sub agen guna disalurkan kepada sub penyalur yang ada di kecamatan-kecamatan,” ujar Wisnu.
Wisnu menjelaskan, pihaknya juga menunggu surat dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sebagai bagian dari upaya memperlancar mekanisme distribusi BBM pada pengiriman berikutnya.
“Pada dasarnya kami menunggu surat dari Pemda guna memperlancar distribusi ke setiap kecamatan untuk trip mendatang, dan tentunya pelayanan tetap mengikuti aturan,” katanya.
Penyaluran BBM nonsubsidi tersebut juga akan berada dalam pemantauan tim pengawasan agar distribusinya berjalan sesuai peruntukan.
Wisnu berharap langkah memprioritaskan distribusi melalui sub penyalur dapat memperluas ketersediaan BBM di kecamatan sehingga masyarakat tidak seluruhnya bergantung pada SPBU tertentu.
“Semoga dengan langkah ini dapat mengurai antrean panjang di tiap-tiap SPBU yang ada di Kabupaten Rote Ndao,” ujarnya.
Pelayanan dan penyaluran BBM kepada sub agen maupun sub penyalur tetap harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk kelengkapan administrasi, legalitas penyalur serta mekanisme distribusi yang ditetapkan pihak berwenang.
Dengan kembali masuknya pasokan BBM ke Rote Ndao, distribusi ke wilayah kecamatan kini menjadi perhatian agar ketersediaan bahan bakar dapat segera dirasakan masyarakat dan tidak kembali memicu antrean panjang di SPBU.
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




