Bupati Paulus Kawal K-SIGN Tahap II, Dorong Percepatan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao

Reporter: 01ArQ 
| Editor: Redaksi
IMG 20261002 WA0003

JAKARTA, PENA-EMAS.COM — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mengawal perkembangan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN), termasuk kelanjutan pembangunan tahap II di Kabupaten Rote Ndao.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melalui pertemuan dan audiensi bersama Direktur Jenderal PK beserta jajaran serta Direktur Nindya Karya, Kamis (1/10/2026).

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut membahas perkembangan proyek K-SIGN, khususnya lanjutan tahap II, termasuk progres pekerjaan di lapangan, sejumlah hal yang masih perlu dikawal bersama, serta langkah-langkah percepatan pembangunan.

Bupati Paulus menegaskan, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting agar pembangunan K-SIGN berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Bagi Pemkab Rote Ndao, K-SIGN tidak semata-mata merupakan pembangunan kawasan industri. Proyek tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi garam Rote Ndao sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“K-SIGN bukan hanya tentang pembangunan kawasan industri, tetapi juga tentang bagaimana potensi garam Rote Ndao dapat menjadi bagian dari upaya menuju kemandirian garam nasional,” kata Paulus.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja, menggerakkan roda perekonomian masyarakat, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Karena itu, Pemkab Rote Ndao akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak pelaksana pembangunan.

Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dikawal bersama dan pembangunan K-SIGN dapat berjalan secara efektif sesuai tahapan.

“Komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus kami perkuat agar pembangunan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Rote Ndao dan Indonesia,” ujar Paulus.

Dengan pengawalan tersebut, Pemkab Rote Ndao berharap K-SIGN dapat menjadi salah satu penggerak baru ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap penguatan industri garam nasional.

Pos terkait