Rote Ndao Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif, Bupati Jadi Narasumber Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026

Reporter: *)Tim 
| Editor: Redaksi
IMG 20261001 WA0000

JAKARTA — PENA-EMAS.COM- Kabupaten Rote Ndao meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terentaskan Paling Progresif dalam rangkaian kegiatan Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, Rabu, 30 September 2026, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Ibu Ribka Haluk. Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Kabupaten Rote Ndao untuk terus melanjutkan pembangunan yang telah dirintis dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Penghargaan sebagai Kabupaten Terentaskan Paling Progresif merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan Rote Ndao yang tidak terlepas dari kerja bersama lintas sektor dan lintas periode pemerintahan. Berbagai upaya pembangunan terus diarahkan pada penguatan pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, serta pengembangan perekonomian masyarakat.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Kabupaten Rote Ndao tetap mampu merancang dan mengelola pembangunan secara terarah. Hal tersebut turut tercermin dari capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang meningkat dari 3,21 persen pada 2024 menjadi 7,96 persen pada 2025, sekaligus menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

IMG 20261001 WA0001

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran antardaerah mengenai strategi pembangunan, termasuk strategi Rote Ndao setelah berhasil keluar dari status daerah tertinggal.

Bupati Rote Ndao menjadi narasumber bersama sejumlah kepala daerah lainnya, di antaranya Wali Kota Surabaya, Bupati Kendal, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam forum tersebut, pengalaman pembangunan Rote Ndao disampaikan dengan menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan capaian sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

IMG 20260930 WA0011
Foto : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH dalam kegiatan Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, Rabu, 30 September 2026, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat.

Sebagai daerah kepulauan dan perbatasan negara, Rote Ndao memiliki tantangan pembangunan yang khas, namun pada saat yang sama memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Potensi tersebut meliputi sektor pariwisata, pertanian dan peternakan, perikanan, hingga pengembangan industri garam melalui Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN).

Bupati menekankan bahwa terentaskan dari daerah tertinggal bukan berarti seluruh persoalan pembangunan telah selesai. Masih terdapat berbagai agenda yang harus diperkuat, terutama dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memastikan masyarakat lokal dan pelaku UMKM memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi daerah.

Pertumbuhan ekonomi Rote Ndao sebesar 7,96 persen pada 2025 perlu dilihat sebagai momentum transisi. Pertumbuhan tersebut masih dipengaruhi oleh aktivitas investasi yang berlangsung (Investment Divine Growth), sehingga ke depan perlu diarahkan menjadi Production Driven Growth, yaitu pertumbuhan yang ditopang oleh aktivitas produksi yang berkelanjutan dan mampu menciptakan lapangan kerja tetap bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pengembangan kawasan tambak garam melalui K-SIGN menjadi salah satu bagian penting dari strategi transformasi ekonomi Rote Ndao. Pembangunan tidak berhenti pada tahap investasi dan konstruksi, tetapi harus segera berlanjut pada tahap produksi garam yang mampu menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya sebagaimana diarahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

Capaian pembangunan Rote Ndao juga tercermin dari berbagai indikator sosial dan pembangunan daerah, termasuk penurunan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur, serta perkembangan desa. Seluruh capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan pada tahap berikutnya.

Bagi pemerintah daerah, capaian tersebut sekaligus memperkuat optimisme bahwa Rote Ndao memiliki harapan masa depan yang lebih baik. Untuk mewujudkannya, semangat unity, menjaga harmoni, dan saling mendukung antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam melanjutkan pembangunan daerah.

Apresiasi disampaikan kepada Para Pejuang Pendirian Rote Ndao Sebagai Daerah Otonomi Baru, seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao, jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pemerintah dan para pemimpin Rote Ndao terdahulu, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan daerah.

Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif bukan menjadi titik akhir, melainkan energi baru untuk terus bekerja, menjaga capaian, memperluas kesempatan ekonomi, dan memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan yang semakin merata bagi seluruh masyarakat Rote Ndao.

Pos terkait