Polemik Material Batu ke NIHI Atas Permintaan Oknum Polisi Resmob Polres Rote Ndao

Reporter: Ariyanto Tulle  
| Editor: Redaksi
IMG 20260926 WA0012IMG 20260926 WA0012

Rote Ndao , PENA EMAS.COM– Polemik pengambilan material galian C jenis batu dari lokasi galian milik Toto di wilayah Sambuku,Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, mulai mendapat titik terang setelah Toto memberikan klarifikasi terkait adanya permintaan material yang disebut-sebut berkaitan dengan pembangunan di kawasan Nihi, Desa Bo’a Kecamatan Rote Barat

Dijelaskan Toto, Kamis (24/9/2026) Pukul 14:24 Wita, Ia. Membenarkan dirinya menerima komunikasi melalui telepon dari Niko Hede, Anggota Resmob Polres Rote Ndao, terkait permintaan batu dari lokasi galian miliknya untuk pihak NIHI

Bacaan Lainnya

Selanjutnya Dikatakan Toto, permintaan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon. Niko Hede menghubungi dirinya dengan permintaan menyiapkan material jenis batu untuk diantarkan ke NIHI sebanyak 4 Dum Truk guna lihat sampelnya dan jika memenuhi kriteria maka selanjutnya material tersebut bisa dipasok untuk kebutuhan pembangunan di NIHI. Pungkas Toto

Foto: Toto Pemilik Lahan Galian Material Batu di Dusun Sambuku, Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, saat dikonfirmasi Media Kamis (24/9/2026) Pukul 14:24 Wita

“ Pak Kasat Reskrim Polres Rote Ndao tidak pernah hubungi saya, yang hubungi saya adalah Pak Niko Hede. Dia bilang kepada saya ada permintaan batu ke NIHI, Nanti kita coba contoh materinya kalau layak bisa dilayani kesana.”Ujar Toto dalam penjelasannya bagi Media

Menurut Toto, pada saat itu dirinya belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang membutuhkan batu tersebut maupun untuk kepentingan pekerjaan apa. Ia, hanya memahami Niko Hede menjadi pihak yang menghubungkan permintaan tersebut dengan pihak di Nihi.

Toto kemudian diminta menyediakan material sebagai sampel terlebih dahulu. Ia mengatakan, pihak yang membutuhkan material belum dapat menentukan jumlah maupun harga batu sebelum material tersebut diperiksa dan dinyatakan sesuai spesifikasi.

“Batu ini mau dibawa ke sana untuk dilihat dulu sampelnya. Kalau memang sesuai spek, baru mereka bisa menentukan kebutuhan. Jadi mereka tidak bisa langsung menentukan berapa banyak karena takut batunya tidak sesuai,” Jelas Toto.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Toto kemudian menyiapkan sekitar empat truk material batu untuk dibawa menuju Nihi. Menurut keterangannya, proses pemuatan material dilakukan Sekitar Pukul 15:00 Wita

Material batu sebanyak 4 Dum truk yang dibawah menuju NIHI, diambil dari tanah miliknya yang berada di Dusun Sambuku, Desa Baadale yang sementara melakukan pemerataan lokasi tanah miliknya

Ia, juga menjelaskan biaya yang disebut dalam komunikasi tersebut sekitar 800 ribu per truk, menurut Toto lebih berkaitan dengan biaya pengangkutan dan mobilisasi material menuju lokasi.

“ Kalau ke Nihi itu sementara batunya belum masuk uji kelayakan. Harga ditetapkan ketika batu itu sudah masuk ke pihak Nihi jadi yang dibawa kemarin itu baru sampel,”. Ucap Toto

Toto menegaskan, dirinya tidak mengetahui secara langsung pihak yang berada di Nihi maupun siapa yang nantinya menerima material tersebut. Ia juga menyatakan tidak memiliki kontrak atau perjanjian langsung dengan pihak Nihi.

“ Urusan saya hanya dengan Pak Niko. Saya tidak kenal orang Nihi yang mana dan siapa yang harus dituju. Pak Niko yang menghubungkan ke arah Nihi,” Ungkapnya.

Lebih lanjut, Toto membantah jika dirinya mengetahui secara pasti tujuan akhir material tersebut. Ia mengaku hanya menjalankan permintaan untuk mengirimkan sampel batu guna mengetahui apakah material dari lokasi galian miliknya memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan.

Klarifikasi Toto ini menjadi penting di tengah berkembangnya informasi mengenai pengambilan material batu dari lokasi Sambuku yang dikaitkan dengan kepentingan pembangunan di kawasan hotel Nihi Rote.

Hingga berita ini dipublikasikan, Media belum memperoleh klarifikasi dari Niko Hede maupun pihak pengelola di Nihi untuk memastikan siapa yang sebenarnya meminta material tersebut, untuk kepentingan pekerjaan apa, serta bagaimana mekanisme pengadaan dan pembayaran material batu dimaksud.

Dengan demikian, polemik mengenai pengambilan batu di Sambuku diharapkan dapat terang berdasarkan keterangan para pihak dan dokumen pendukung, bukan semata-mata berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga berita ini dipublikasikan Kapolres Rote Ndao, Anggota Resmob Polres Rote Ndao NH belum berhasil dikonfirmasi Media.

Pos terkait