Rote Ndao, PENA EMAS.COM-Tiga menteri Kabinet Merah Putih melakukan peninjauan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional(K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (30/7/2026)Pukul 10:21 Wita
Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan industri garam nasional sekaligus mewujudkan swasembada garam
Ketiga menteri yang hadir yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan(KKP), Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
Mengurangi Ketergantungan Indonesia Terhadap Impor Garam
Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan K-SIGN di Rote Ndao merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap garam impor
“ ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Rote dan NTT pada umumnya. Pesan Bapak Presiden Prabowo, kalau garam kita produksi sendiri, yang menikmati hasilnya adalah kita. Tapi kalau kita impor garam, yang menikmati hasilnya orang lain, negara lain,”Ujar Zulkifli Hasan
Menurutnya, pengembangan kawasan industri garam tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap hektare lahan yang dikembangkan akan menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sekaligus mengurangi Ketergantungan Indonesia Terhadap Impor Garam
” Garam sekilo rasanya asin tapi garam Se-ton di Kabupaten Rote Ndao rasanya manis”. Ucap Menko Pangan sambil bergurau dengan Masyarakat setempat
Pembangunan K-SIGN sendiri merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem industri garam yang terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mendukung kebutuhan nasional
pembangunan K-SIGN memiliki makna strategis. Selain menempatkan Kabupaten Rote Ndao sebagai wilayah terluar Indonesia, proyek ini juga memperkuat posisi daerah tersebut sebagai beranda depan pembangunan ekonomi nasional di sektor industri garam
Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Gubenur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi NTT Alex Lumba, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan perangkat daerah Kabupaten Rote Ndao
Sesuai jadwal kunjungan kerja Menko Pangan bersama rombongan ke Kabupaten Terselatan NKRI hari ini,
Pukul 08:30 Wita, Penyambutan kedatangan Menko Pangan dan Rombongan, Pukul 08:30-09:45 Wita, Perjalanan dari Bandara D.C Saudale Rote ke Lokasi K-SIGN Kecamatan Landu Leko
Selanjutnya, Pukul 09:45-09:50 Wita, Safety Berief Lokasi Gudang Garam Nasional K-SIGN, Pukul 09:50-09:52 Wita, Mobilisasi Menko Pangan dan Rombongan dari Gudang Garam ke Pusat Acara
Ditempat pusat acara, Pukul 09:52-10:07 Wita, Penjelasan Informasi Umum Proyek K-SIGN, Pukul 10:07-10:20 Wita, Arahan Menko Pangan dan Diskusi dengan calon pekerja bersertifikasi
Setelah itu, Pukul 10:20-10:30 Wita, Menko Pangan beserta jajaran menuju Meja Kristalisasi
Lanjut Pukul 10:30-10:35 Wita, Doorstop Menko Pangan dan Rombongan Menteri
Dilanjutkan Pukul 10:35-10:40 Wita, Mobilisasi ke VIP Lounge, Pukul 11 :00-12:00 Wita, tempuh perjalanan dari lokasi K-SIGN ke Bandara D.C Saudale Rote Ndao untuk melanjutkan kunjungan kerja di lokasi kedua di Waingapu Kabupaten Sumba Timur.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




