Kupang — PENA-EMAS.COM – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, menghadiri Persidangan Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke-LIV Tahun 2026 yang berlangsung di Aula GMIT Center, Kupang, Senin (9/2/2026). Persidangan tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, unsur Forkopimda, sejumlah kepala daerah, Ketua Sinode GMIT, serta jajaran pengurus gereja.
Dalam kesempatan itu, Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi kepada Sinode GMIT atas kontribusi dan perannya dalam pelayanan kemasyarakatan serta dukungan terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Rote Ndao.
Ia juga memaparkan konsep Triangle Pembangunan yang diusung Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, yakni model kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan Lembaga Adat sebagai tiga unsur strategis dalam mendorong solusi atas berbagai persoalan sosial dan pembangunan.
Menurutnya, sinergi ketiga unsur tersebut penting untuk mempercepat penanganan isu prioritas, seperti stunting, kemiskinan ekstrem, dan tantangan sosial lainnya di masyarakat.
“Pemerintah menyebutnya masyarakat, gereja menyebutnya jemaat, dan dalam kearifan lokal atau budaya kita menyebutnya anak leo. Subjeknya sama, hanya sudut pandangnya berbeda. Jika ketiganya bersatu dan berkolaborasi, maka berbagai persoalan dapat diselesaikan secara lebih efektif,” ujar Bupati.
Bupati berharap Persidangan Majelis Sinode GMIT ke-LIV menghasilkan rumusan dan keputusan strategis yang berdampak positif bagi kehidupan bergereja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
