“Gabriel Mooy Serahkan Tongkat Suku Mooyumbuk kepada Baneleo Meksi Mooy, S.Pd.”
Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Pengukuhan Lembaga Adat Suku Mooyumbuk di ex kerajaan Nusak Thi, Jabatan Maneleo dan Ketua Ikatan Pemuda-Pemudi Mooyumbuk (IPPM) tingkat Kabupaten Rote Ndao periode 2026–2031 secara Adat dan Pelantikan kepengurusannya oleh pemerintah Kabupaten Rote Ndao Rabu (19/8/2026) di Tudameda Desa Persiapan Okabeuk – kecamatan Rote Barat Daya.
Estafet Pimpinan Lembaga Adat Suku Mooyumbuk pada momentum pengukuhan jabatan adat tertinggi tersebut ditandai dengan penyerahan tongkat kepemimpiman dari Pemangku Lembaga Adat Suku Mooyumbuk sebelumnya Gabriel Mooy kepada cucunya Meksi Mooy, S.Pd.
Momentum pengukuhan kepemimpinan Adat ini dihadiri pula oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) AsIsten. III Setda Kabupaten Rote Ndao, Pauwil J.J. Nggili, S.Sos, M.Si. Wakil Ketua DPRD Denison Moy,ST, Anggota DPRD sekaligus Ketua DPD Golkar Yosia A. Lau,SE, Perwakilan Kodim 1627, Dan Lanal Pulau Rote, Polres Rote Ndao, Danki Brimob dan Kejaksaan Negeri Rote Ndao.
Hadir pula Maneleo Kordinator Suku Luna Vando Kab. Rote Ndao sekaligus Ketua DPD partai Perindo Arkhimes Molle,SH,MA. Camat Lobalain Marthen Huan, SH. Camat RBD Adrianus Bessie, SE, Lembaga adat se-Kecamatan Rote Barat Daya, tokoh adat, tokoh Agama, tokoh masyarakat, seluruh Maneleo Desa suku Mooyumbuk dari ke -18 Marga dan 264 kepala keluarga yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao. serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H., yang disampaikan oleh Asisten III Setda Kabupaten Rote Ndao, Pauwil J.J. Nggili, S.Sos, M.Si, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah dalam membangun Kabupaten Rote Ndao.
Lembaga adat. Oleh pemerintah menilai memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai kehidupan, budaya serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, pemerintah dan lembaga adat diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi kedua pihak diperlukan agar pembangunan daerah tetap berjalan dengan memperhatikan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Rote Ndao.
“Kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah sangat diperlukan untuk membangun Rote Ndao,” demikian pesan Bupati yang disampaikan melalui Asisten III Setda Rote Ndao.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga terus membuka ruang komunikasi dengan lembaga-lembaga adat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat serta tetap menghormati nilai dan tatanan adat yang berlaku.
Sementara itu, Gabriel Mooy, sebagai Pemangku Lembaga Adat Suku Mooyumbuk sebelumnya menjelaskan sejarah perjalanan Suku Mooyumbuk. dan pembagian suku terjadi pada tahun 1790, pada masa pemerintahan Raja Besi Alu Pah.
Menurut Gabriel Mooy Sejarah tersebut menjadi bagian penting yang perlu diketahui dan diwariskan kepada generasi penerus agar mereka memahami asal-usul serta perjalanan komunitas adat Suku Mooyumbuk.
Bagi keluarga besar Mooyumbuk, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi merupakan identitas yang menjadi dasar untuk memperkuat persatuan keluarga dan menjaga kesinambungan adat dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Lembaga adat diharapkan tetap menjadi penjaga nilai-nilai budaya, persaudaraan, gotong royong serta kearifan lokal. Sementara generasi muda diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Kehadiran lembaga adat se-Kecamatan Rote Barat Daya dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan antarkomunitas adat. Hubungan tersebut diharapkan terus diperkuat melalui komunikasi, kerja sama dan kegiatan bersama.
Pergantian kepemimpinan dari Gabriel Mooy kepada Meksi Mooy, S.Pd. menjadi bagian dari proses regenerasi kelembagaan adat. Tongkat estafet tersebut diharapkan membawa semangat baru tanpa meninggalkan akar sejarah dan nilai-nilai yang telah diwariskan para leluhur.
Selain itu, Kehadiran organisasi pemuda-pemudi tersebut diharapkan menjadi kekuatan baru dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Suku Mooyumbuk.
Pengukuhan lembaga adat dan kepengurusan pemuda-pemudi juga menjadi simbol pentingnya kesinambungan antara generasi tua dan generasi muda.?. Generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penerus nilai-nilai leluhur sekaligus penggerak berbagai kegiatan sosial, budaya dan kemasyarakatan.
Kemudian Meksi Mooy, S.Pd dalam sambutannya, mengatakan, kehadiran lembaga Adat Suku Mooyumbuk menjadi mitra dan mendukung pemerintah dalam berperan bersama membangun Daerah Kabupaten Rote Ndao.
Menurut Meksi Mooy, S.Pd yang juga Ketua Komisi II DPRD Kab . Rote Ndao ini menjelaskan, tujuan adanya Lembaga Adat Suku Mooyumbuk untuk memperkuat Ikatan persaudaraan dan meluaskan peran untuk mendorong pembangunan bersama Pemerintah.
Hangry M. J. Mooy, S.H., M.Si. sebagai Ketua Ikatan Pemuda-Pemudi Mooyumbuk menjelaskan, organisasi pemuda-pemudi diharapkan memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kehidupan sosial, budaya dan pembangunan.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2031, keluarga besar Suku Mooyumbuk diharapkan semakin solid dalam menjaga identitas, memperkuat persatuan serta membangun kerja sama dengan pemerintah dan lembaga adat lainnya.
Pengukuhan tersebut pada akhirnya bukan sekadar pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi penegasan komitmen untuk menjaga warisan leluhur sekaligus membangun masa depan masyarakat adat yang tetap berakar pada sejarah dan budaya.
Adat Dijaga, Sejarah Diwariskan, Pemuda Bergerak, Pemerintah dan Lembaga Adat Bersinergi Membangun Rote Ndao. Ujarnya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




