Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Sebuah perahu motor bernama “Sederhana” yang setiap hari mengangkut pelajar dari Dusun Lohaen, Desa Landu, menuju Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, mengalami kecelakaan laut di Perairan Namoninilu, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 07.10 Wita.
Perahu tersebut mengangkut 14 pelajar tingkat SMA, SMK dan SMP yang hendak menyeberang untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Rote Barat Daya. Seluruh penumpang bersama nahkoda berhasil diselamatkan setelah perahu terbalik di tengah laut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, nahkoda James Djami (39), warga Dusun Lohaen, Desa Landu, berangkat dari pesisir Lohaen menuju Pelabuhan Namoninilu di Desa Oebou sekitar pukul 07.00 Wita. Namun di tengah perjalanan, kemudi perahu dilaporkan mengalami kerusakan sehingga perahu kehilangan kendali dan akhirnya terbalik.
Seluruh penumpang terjatuh ke laut dan berusaha menyelamatkan diri dengan berenang. Peristiwa tersebut disaksikan warga dari Pantai Lohaen yang kemudian bergerak cepat menggunakan dua perahu untuk memberikan pertolongan.
Sesampainya di lokasi, warga langsung mengevakuasi para korban yang saat itu masih bertahan di permukaan air. Seluruh korban kemudian dibawa kembali ke Dusun Lohaen dalam keadaan selamat.
Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 200 meter dari Pantai Lohaen dengan kedalaman laut sekitar 8 meter. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan berangin dengan gelombang yang cukup tinggi.
Dugaan sementara, kecelakaan laut tersebut dipicu oleh kombinasi kerusakan sistem kemudi, cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi, serta dugaan kelebihan muatan, sehingga perahu kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius mengenai keselamatan transportasi laut yang digunakan masyarakat pesisir, khususnya bagi para pelajar yang setiap hari bergantung pada perahu sebagai satu-satunya akses menuju sekolah.
Penggunaan perahu yang belum memenuhi standar keselamatan dan kelayakan pelayaran dinilai memiliki risiko tinggi, terutama saat cuaca buruk. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama instansi terkait.
Masyarakat berharap pemerintah segera menghadirkan solusi transportasi laut yang lebih aman bagi warga Desa Landu, termasuk penyediaan sarana transportasi yang laik laut, pengawasan terhadap kelayakan kapal, serta peningkatan standar keselamatan pelayaran.
Apabila kondisi ini tidak segera dibenahi, dikhawatirkan kecelakaan serupa dapat kembali terjadi dan mengancam keselamatan masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari menyeberangi laut demi memperoleh pendidikan.
Ke 14 korban dalam kecelakaan tersebut :
Siswa SMA dan SMK Negeri I Rote Barat Daya 5 orang yakni : Dimas Kiki ( L), Jali Haning, ( L ), Fadil Henukh ( L) dan Delsi Haning (P) sedangkan Amelia Kiki (P) Siswa SMK I Rote Barat Daya.
Kemudian 9 orang Siswa SMP Negeri II Rote Barat Daya :
1. Tiara Henukh (P)
2. Diana Kiki (P)
3, Yasmi Kiki (P)
4. Clara Djami (P)
5. Laras Henukh (P)
6. Noldi Haning (L)
7. Riski Kiki (L)
8. Alfino Langga (L)
9. Jordan Langga (L)
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait belum memberikan keterangan resmi kepada media.
