ROTE MENGAJAR 2026 RESMI DITUTUP, BUPATI PAULUS HENUK: RELAWAN ADALAH KELUARGA BESAR ROTE NDAO

Reporter: Tim/ArQ 
| Editor: Redaksi
IMG 20260826 WA0001

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM— Rangkaian kegiatan Rote Mengajar Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., Selasa (25/8/2026), di tengah semarak Pameran Expo UMKM di Kabupaten Rote Ndao.

Program Rote Mengajar 2026 menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghadirkan ruang belajar, berbagi pengalaman, serta memberikan inspirasi kepada anak-anak Rote Ndao. Dalam pelaksanaannya, para relawan telah hadir di 43 sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Bacaan Lainnya

Sebelum penutupan, Bupati Paulus Henuk bertemu langsung dengan para relawan Rote Mengajar di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para relawan untuk menyampaikan kesan dan pengalaman selama berinteraksi dengan para siswa.

IMG 20260826 WA0002

Antusiasme para relawan terlihat dari berbagai cerita yang disampaikan mengenai pengalaman mereka berbagi pengetahuan, cerita inspiratif, dan motivasi kepada anak-anak di sekolah-sekolah yang menjadi bagian dari program tersebut.

Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh relawan, panitia, guru, anak-anak didik, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat yang telah mengambil bagian dalam Rote Mengajar 2026.

Menurut Bupati, kehadiran para relawan, baik yang berasal dari Rote Ndao maupun dari luar daerah, telah memberikan warna, inspirasi, dan energi baru bagi anak-anak Rote Ndao.

“Lebih dari sekadar kegiatan mengajar, Rote Mengajar telah menunjukkan bahwa ketika kita bergandengan tangan, batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan harapan,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa semangat “Mai Fali Ee” harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai gerakan bersama untuk membangun daerah.

Khusus kepada para relawan yang datang dari luar Rote Ndao, Bupati menyampaikan bahwa kehadiran mereka tidak lagi sekadar sebagai tamu atau relawan yang datang berkunjung.

“Mulai hari ini, Bapak dan Ibu bukan lagi sekadar relawan yang datang berkunjung. Bapak dan Ibu adalah bagian dari keluarga besar Rote Ndao,” ungkapnya.

Bupati menegaskan, Rote Ndao akan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin datang, berbagi, berkolaborasi, dan bersama-sama membangun daerah.

Rote Mengajar tidak berhenti pada penutupan kegiatan. Semangat kolaborasi yang telah terbangun diharapkan terus berlanjut dan menjadi gerakan yang tumbuh secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan generasi muda Rote Ndao.

Pada malam yang sama, Bupati juga menyaksikan launching bibit padi unggul untuk mendukung peningkatan sektor pertanian Rote Ndao serta launching testing PERMATA (Program Generasi Emas Rote Ndao) di Lapangan Bola Christian N. Dillak.

PERMATA yang merupakan tindak lanjut dari semangat Rote Mengajar diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mempersiapkan generasi Rote Ndao yang unggul, berdaya saing, dan memiliki karakter kuat.

Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa pembangunan Rote Ndao bukan pekerjaan satu orang dan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama.

“Mai Fali Ee. Rote Ndao adalah rumah kita bersama.”

Pos terkait