Rote Mengajar, Gerakan Mai Fali E Bangun SDM Rote Ndao “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”

Reporter: *)Tim 
| Editor: Redaksi
IMG 20260824 WA0008IMG 20260824 WA0008

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Program Rote Ndao Mengajar Tahun 2026 dengan kegiatan Gerakan Mai Fali E Bangun Sumber Daya Manusia (SDM), Program Rote Ndao Mengajar bukan sekadar kegiatan mengajar di sekolah. Program ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai profesi dan pengalaman dengan para siswa.

Demikian Hal ini disampaikan oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH saat membuka dengan resmi kegiatan Rote Mengajar Minggu (23/08/2026) di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao.

Bacaan Lainnya

Paulus Henuk menjelaskan, Program Rote Mengajar dengan Thema “Rote Ndao Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi” tumbuh semangat yang sama mempertemukan seluruh relawan dalam program kepedulian terhadap generasi muda dan masa depan bangsa.

Program Rote Mengajar mendatangkan para relawan dengan latar belakang dan perjalanan yang berbeda. Selain datang dari sekitar NTT, ada yang harus menyeberangi pulau, hingga menempuh perjalanan dari luar Indonesia.

Foto: Bupati Rote Ndao

Program Rote Ndao Mengajar bukan sekadar hadir untuk melakukann kegiatan mengajar di sekolah tetapi program ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai latar belakang Ilmu, pengalaman dan profesi yang akan disampiakan kepada para siswa.

Menurut Paulus, Rote Mengajar menjadi ruang tranformasi berbagi pengetahuan, pengalaman, wawasan, serta inspirasi yang dapat memberikan gambaran lebih luas kepada anak-anak mengenai dunia pendidikan, profesi, dan kehidupan oleh para relawan.

Karenanya. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Program Rote Ndao Mengajar Tahun 2026 melalui Gerakan “Mai Fali E”, menjadi gerakan kolaboratif yang mempertemukan berbagai profesi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi kepada generasi muda.

“ Program Kepedulian dan keinginan untuk membangun sumber daya manusia dengan memberikan sesuatu yang berarti bagi masa depan generasi muda, dan kecintaan kita untuk membangun masa depan bangsa, itulah yang mendorong kita semua untuk hadir di sini,” ucap Paulus.

Gerakan Mai Fali E dengan kegiatan Rote Mengajar dilandasi dengan tema “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”, akan berlangsung mulai tanggal 24 hingga 25 Agustus 2026. Melibatkan 206 relawan yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Rote Ndao, sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, daerah di luar NTT, hingga Malaysia.
Paulus Juga menyebutkan sesuai data, sebanyak 74 relawan berasal dari Rote Ndao, sedangkan 132 relawan lainnya berasal dari luar Rote Ndao. akan berkontribusi di 34 sekolah yang telah ditetapkan sebagai sasaran Program Rote Ndao Mengajar 2026.

Selanjutnya, Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk datang ke Rote Ndao. dan para guru, pimpinan organisasi perangkat daerah, staf ahli, instansi vertikal, TNI-Polri, akademisi, perguruan tinggi, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kehadiran para relawan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda dapat melampaui batas wilayah, Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para relawan yang dengan penuh keberanian dan ketulusan meninggalkan tempat masing-masing untuk hadir dan berkontribusi dalam kegiatan ini,” ujar Paulus.

Salah seorang relawan bahkan datang dari Malaysia. kehadiran relawan dari luar daerah, termasuk dari luar negeri, menjadi sesuatu yang patut diapresiasi karena menunjukkan adanya perhatian terhadap pendidikan anak-anak Rote Ndao. Tambahnya.

Diakhir sambutannya Bupati Paulus Henuk berharap 34 sekolah yang menjadi sasaran program dapat menerima para relawan dengan baik dan memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar.

“ Pengalaman dan motivasi yang dibawa para relawan dapat meninggalkan kesan positif bagi siswa serta mendorong mereka untuk memiliki cita-cita dan semangat belajar yang lebih besar ” Ujarnya.

Bagi para siswa di sekolah sasaran, kehadiran para relawan diharapkan bukan sekadar menghadirkan seorang pengajar selama sehari, tetapi meninggalkan satu hal yang jauh lebih panjang: inspirasi yang dapat dibawa sepanjang perjalanan hidup dan memberi motivasi merai masa depan.

Pos terkait