Rote Ndao, PENA EMAS.COM- Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Propinsi NTT, segera mengambil langkah tegas sesuai dengan aturan yang berlaku kepada SSU alias Hardi(30), PPPK Kementrian Agama Kabupaten Rote Ndao yang baru saja lolos di Tahun 2025, yang bertugas di Kantor Urusan Agama(KUA) Kecamatan Rote Barat Daya selaku Staf Administrasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Rote Ndao, Marthen Luther Nenobais, S.Pd., M.Pd, saat dikonfirmasi Media Diruang kerjanya, Kamis(18/06/2026)Pukul11:05 Wita
Kepada Media, Marthen Nenobais, selaku pimpinan dari SSU alias Hardi, telah mengetahui atasnlaporan dari Kepala KUA Kecamatan Rote Barat Daya terkait perkembangan kasus yang melilit SSU hingga ditetapkannya SSU menjadi tersangka.
” Saya selaku atasan dari SSU sudah tahu kasus yang dilaporkan oleh korban dan status SSU saat ini telah ditetapkan tersangka oleh Penyidik saat dipanggil”. Akui Marthen Luther
Selanjutnya Kata Nenobais, atas dasar informasi tersebut dirinya langsung berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah(Kanwil), Kemenag Propinsi NTT, agar segera ditindaklanjuti oleh tim kerja dari Kanwil Kemenag bagian SDM dan Hukum
Sebagai tindaklanjuti, Kemenag Rote Ndao telah bersurat ke Polres Rote Ndao untuk bisa peroleh dokumen penetapan tersangka agar bisa menjadi landasan dan dasar untuk ditindaklanjuti ke Kanwil Kemenag dan Kementerian Agama Republik Indonesia
Langkah-langkah yang telah diambil saat ini sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Propinsi NTT, melalui surat resmi dan secara lisan serta SSU juga telah diperiksa dimintai keterangan bersama Keluarga Korban oleh Kemenag Rote Ndao dan Tim Kanwil Kemenag Propinsi NTT.
Selaku Atasan langsung SSU alias Hardi, sangat mendukung penuh proses hukum yang sementara berjalan di Polres Rote Ndao hingga nantinya berakhir dengan Putusan Pengadilan tetap mendukung.
Jelas Mathen Nenobais SSU selaku Aparatur Sipil Negara jadi tentu acuannya Peraturan Pemerintah Nomor 20 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Hukuman Disiplin yang akan diberikan selaku sangsi tegas saat ini masih menunggu surat penetapan tersangka dan langsung bersurat resmi ke Kakanwil Kemenag Propinsi NTT, karena kewenangan penetapan sangsi itu dari Kanwil Kemenag Propinsi NTT.
Jelas Kepala Kantor Kemenag Rote Ndao, selain aturan ASN tapi juga hukuman terberat yang diberikan bisa” Terancam Dipecat”. Ucap Mathen
Diakui Marthen Luther Nenobais, selaku atasan telah ketahui penetapan tersangka kepada SSU alias Hardi dalam kasus Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur, dasar surat yang diberikan Polres Rote Ndao dan berita media online yang dibacanya.
Untuk sementara Kemenag Rote Ndao telah mengajukan surat permohonan pemberhentian sementara dan pemberhentian pembayaran gaji ke Kanwil Kemenag Propinsi NTT untuk ditindaklanjuti karena saat ini pembayaran gaji pegawai Kemenag Rote Ndao terpusat dari Kanwil Kemenag Propinsi. Pungkasnya
Perlu diketahui, SSU alias Ardi Warga Rt 002, Rw 00, Desa Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, ditahan dalam sel tahanan Polres Rote Ndao sesuai Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.Han/3/VI/RES.1.2.4./2026/Reskrim, Tanggal 11 Juni 2026.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Kantor Wilayah Propinsi NTT, Fransiskus Kariyanto, S.Ag., M.Si, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia belum berhasil dikonfirmasi Media.
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




