Seleksi Bintara TNI-AL, Di duga MHM Catut Oknum TNI AL di Lantamal Kupang Untuk dapat Uang

IMG 20250813 WA0002 1

Seleksi Bintara TNI-AL, Di duga MHM Catut Oknum TNI AL di Lantamal Kupang Untuk dapat Uang

PENA-EMAS.COM – Warga Sipil diduga jadi Calo mencatut Oknum TNI AL di Lantamal Kupang untuk mendapat Uang dari korban saat Seleksi Bintara TNI AL. Tindakan ini merugikan Korban Rp. 60 Juta.

Bacaan Lainnya

Demikian penjelasan Paulus Adu, Warga Rt 005, Rw 009, Dusun Danoheo, Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Propinsi NTT. Rabu (13/08/2025) Pukul 09:36 Wita.

Kepada PENA-EMAS.COM- Paulus Adu menuturkan, Awalnya MHM mendatangi dirinya sambil menanyakan keberadaan anaknya Josua Adu yang saat itu sedang mengikuti seleksi Administrasi Bintara TNI AL di Kupang.

Setelah MHM mengetahui informasi tersebut langsung menawarkan kepada Paulus Adu (Ayah Josua) sambil meyakini dengan iming-iming agar meloloskan anaknya yang sementara mengikuti seleksi Bintara TNI AL.

MHM meyakinkan korban dengan alasan Ada orang dalam (Orda), di TNI AL Lantamal Kupang dengan ketentuan bisa menyiapkan uang sejumlah Rp. 60.000.000,- sebagai pelicin dan menjamin bisa mengenakan seragam TNI AL. Jelas Paulus Adu

Ada orang dalam yang berada di Angkatan Laut Kupang asal bisa menyiapkan uang sejumlah Rp. 60.000.000,- sebagai pelicin dan beta (saya) menjamin bisa mengenakan seragam TNI AL Ujar Paulus Adu mengulangi ucapan MHM.

Beberapa waktu pasca pertemuan itu MHM menelpon dari Kupang dan meminta uang setoran awal sebesar Rp. 5 Juta ke pihak yang akan meloloskan anaknya. Kemudian dirinya langsung mengirim via rekening anaknya Jesua Adu untuk di serahkan ke MHM di Kupang.

Josua Adu, menarik uang dari rekening dan langsung menghubungi MHM untuk menyerahkan secara langsung ke MHM di kosnya di Tenau – Kupang dengan tujuan melanjutkan uang tersebut ke oknum TNI AL Dikupang.

Kemudian penyetoran Kedua berjumlah Rp. 10.juta Ke Nomer Rekening Bank Negara Indonesia atas Nama: Marthen Hakoni Mooy, Tanggal 9 September 2022, Pukul 11:42 Wita, melalui Bank NTT KCP Busalangga. Sesuai permintaan MHM untuk dilanjutkan kepada Oknum TNI AL Dikupang.

IMG 20250813 WA0002
Foto: Paulus Adu – Korban

Setelah 3 hari kemudian MHM, mengkonfirmasikan kembali via telepon ke Korban (Paulus Adu) agar segera mengirim lagi uang sebanyak Rp. 45.000.000,- dengan tujuan untuk bisa memenuhi nilai permintaan terakhir oknum TNI AL Dikupang yang mengurusi anaknya Josua Adu untuk lolos seleksi TNI AL.

“ Uangnya dikrim via Tranfer Bank NTT KCP Busalangga Rp. 45.000.000, ke Nomer Rekening BNI atas nama Marthen Hakoni Mooy, pada Tanggal 12 September 2022, ke Nomer Rekening BNI MHM “ Ungkap Paulus. Uang itu di peroleh dari pinjaman dan kumpul keluarga. Tambah Paulus Adu yang sehariannya hanya sebagai penjual ikan keliling.

Selanjutnya Jelas Paulus Adu. Ternyata Josua Adu tidak lolos seleksi mengikuti Bintara TNI AL. Mengetahui Anaknya tidak lulus, Paulus Adu sempat shock dan stress dan langsung mendatangi MHM guna meminta pertanggungjawaban atas semua janjinya namun MHM. Tetapi MHM memberi jawaban kalau uang yang diterimanya ada di Rekening oknum TNI AL.

“ Uang ada di rekening. ada di bapa tua yang pegang jadi nanti beta kasitahu dia”. Jawab MHM diulangi Paulus Adu.

Setelah beberapa bulan Paulus Adu, kembali datangi MHM guna menanyakan perkembangan uangnya sebanyak Rp. 60.000.000 tersebut, MHM tetap memberi jawaban tidak memuaskan dengan alasan uang masih ada di Oknum TNI AL tetapi belum bisa dihubjungi karena sedang keluar dengan kapal AL.

“ Bapak tua yang pegang ada kerja di Angkatan Laut Kupang dan sementara keluar dengan kapal jadi sonde dapat ketemu”.

Selanjutnya, Paulus Adu, meminta Indentitas Oknum TNI AL yang bersangkutan namun MHM menolak dengan berbagai dalil sehingga indentitas, Nomer telpon yang bisa dihubungi tidak mau diberikan MHM. Kata Paulus bernada curiga.

Paulus menjelaskan, Setelah tiga kali mendatangi MHM dan terkesan cuci tangan. Paulus Adu langsung mengadu ke Polsek Rote Barat Daya di Batutua guna melaporkan MHM secara hukum’

Laporan Paulus di Polsek Setempat. Jelas Paulus Adu. Dirinya mendapat penjelasan dari Anggota Polsek RBD bahwa persoalan atau kasus yang dilaporkan ada kaitan erat dengan pihak perbankan jadi alangkah baiknya dilaporkan ke Polres Rote Ndao guna diproses lebih lanjut.

Sebelum tercapai niatnya untuk membuat laporan ke Polres Rote Ndao. Kata Paulus Adu, Pada Tanggal 5 Pebruari 2025, MHM Bersama beberapa beberapa Anggota Polsek Rote Barat Daya mendatangi dirinya dan meminta masalah ini di urus secara kekeluargaan.

Kesepakatannya, MHM bersedia untuk mengantikan uang sebanyak Rp.60.000.000 dalam tenggang waktu selama 4 Bulan kedepannya sampai batas waktu 30 Juni 2025, dan menandatangani Surat Pernyataan bermaterai Rp.6000,- Namun sesuai isi dan kesepakatan waktu yang ditentukan hingga hari ini MHM tidak menempati janjinya. Jelas Paulus.

IMG 20250813 WA0004
Foto: Surat Pernyataan MHM untuk mengembalikan Uang korban

Paulus Adu juga Kembali menegaskan, hingga hari ini tidak ada sikap dan upaya pertanggungjawaban atas apa yang sudah dibuat dalam surat pernyataan tersebut maka pihaknya akan segera menempuh jalur hukum sesuai isi surat pernyataan yang dibuat langsung oleh MHM agar diproses hukum.

Selain itu dalam wajtu dekat Ia akan mendatangi Markas Besar TNI AL Dikupang guna diketahui oleh Pimpinan langsung kebenaran soal oknum yang di catut oleh MHM sebagai “ Orang dalam” untuk bisa meloloskan anaknya Josua Adu pada Seleksi Bintara TNI AL saat itu.

” Beta sudah cukup beretikat baik, dan sudah habis niat dan kesabaran jadi Beta akan lapor ke Polisi dan TNI AL Dikupang supaya bisa terungkap orang yang dimaksud oleh MHM. Kasihan Beta orang susah, kerja cuma over ikan di orang dan jual keliling pakai motor dan hutang keluarga begitu banyak ganti sampai kapan dan pake apa ?” Ujar Paulus sambil teteskan air mata.

Hingga dengan Berita ini dipublikasikan MHM yang diketahui berdomisili di Desa Oebafok Kecamatan Rote Barat Daya – Kab. Rote Ndao, dan Kepala TNI AL Lantamal Kupang belum berhasil dikonfirmasi Media.*) Ariyanto.

Pos terkait