Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Perjuangan luar biasa ditunjukkan atlet karate asal Kabupaten Rote Ndao, Brigim Pellokila, dalam mengikuti Kejuaraan Karate Piala Presiden Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Lampung. Di balik keberhasilannya meraih medali perunggu, tersimpan kisah perjuangan yang penuh tantangan dan pengorbanan.
Sebelum bertolak ke Lampung, Brigim telah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang dari Pulau Rote menuju Kupang sebagai titik transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Lampung. Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan sesuai rencana.
Saat tiba di pelabuhan kapal cepat, Brigim tidak dapat berangkat karena ditolak sehingga gagal menyeberang ke Kupang. Tidak menyerah, ia bersama kakak kandungnya, Yelon Pellokila, kemudian bergegas menuju Bandara DC Saudale dengan harapan masih dapat mengejar penerbangan. Sayangnya, kesempatan itu pun sirna karena pesawat telah lebih dahulu lepas landas.
Di tengah kebingungan dan rasa pasrah, Brigim bersama keluarganya mengambil keputusan berani. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Papela dan menyewa sebuah perahu bodi dengan biaya sekitar Rp3 juta demi memastikan Brigim dapat menyeberang ke Kupang tepat waktu.
Perjalanan laut yang penuh risiko akhirnya dapat dilalui dengan selamat. Setelah tiba di Kupang, Brigim melanjutkan perjalanan menuju Lampung bersama pelatih (Sensei) dan senior (Senpai) untuk mengikuti Kejuaraan Karate Piala Presiden RI 2026.
Meski harus melalui perjalanan yang melelahkan dan penuh hambatan, semangat juang Brigim tidak pernah surut. Ia tampil penuh percaya diri di arena pertandingan dan berhasil mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao serta Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan meraih Juara III dan membawa pulang medali perunggu.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Rote Ndao dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keberhasilan Brigim membuktikan bahwa keterbatasan dan rintangan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi apabila disertai tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Brigim mengaku seluruh perjuangannya dilakukan demi memberikan yang terbaik dan tidak ingin mengecewakan masyarakat, pemerintah daerah, maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah memberikan dukungan.
Kisah Brigim Pellokila menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di arena pertandingan, tetapi juga oleh keberanian menghadapi setiap tantangan dalam perjalanan menuju cita-cita.
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




