Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Pertemuan dua generasi pemimpin berlangsung di Kabupaten Rote Ndao, Jumat (26/6/2026). Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, bertemu mantan Bupati Kabupaten Kupang dua periode, Ibrahim A. Medah, untuk berdiskusi mengenai potensi kelautan sebagai motor penggerak kemajuan daerah.
Pertemuan yang mempertemukan pemimpin lintas generasi di beranda selatan Indonesia tersebut membahas berbagai peluang pengembangan sektor kelautan dan sumber daya yang terkandung di dalamnya demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.
Salah satu agenda utama pembahasan adalah rencana pengembangan tambak garam di Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko, yang merupakan bagian dari pengembangan sektor garam nasional di wilayah tersebut.
“Bapak Ibrahim Medah berencana ikut ambil bagian dalam program pembangunan tambak garam di Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko,” ujar Bupati Paulus Henuk usai pertemuan.
Sosok Ibrahim Medah memiliki kedekatan historis dengan masyarakat Rote Ndao. Selain pernah memimpin Kabupaten Kupang selama dua periode, termasuk wilayah Rote Ndao masih menjadi bagian dari Kabupaten Kupang sebelum dimekarkan menjadi daerah otonom.
Di mata masyarakat Rote Ndao, Ibrahim Medah dikenal sebagai “Bapak Padi Gogo” dan “Bapak Rumput Laut” berkat berbagai program pengembangan pertanian dan budidaya rumput laut yang digagasnya. Program-program tersebut hingga kini masih memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani dan pembudidaya rumput laut.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, kata Paulus Henuk, membuka ruang seluas-luasnya bagi para investor maupun pelaku usaha yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Tentu Pemerintah Daerah menyambut baik semua pihak yang ingin berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” tegasnya.
” Rote Ndao Menatap Laut,
Paulus Henuk dan Ibrahim Medah
Satukan Gagasan “
Menurut Paulus, masa depan Rote Ndao sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam mengelola potensi kelautan yang dimiliki.
“Kalau ingin Rote Ndao maju dan menghadirkan perubahan, pandanglah ke laut. Di sanalah tersimpan kekayaan besar yang apabila dikelola dengan baik akan menjadi sumber kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kabupaten Rote Ndao memiliki kekayaan sumber daya laut yang sangat besar dan beragam. Selain menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) Garam Nasional yang kini menjadi perhatian luas, daerah ini juga dikenal memiliki potensi besar di sektor pariwisata bahari, perikanan, dan budidaya laut.
Kawasan wisata bahari Bo’a–Nembrala yang telah mendunia, budidaya rumput laut, perikanan cumi-cumi, lobster, hingga berbagai komoditas laut bernilai ekonomi tinggi menjadi bukti bahwa laut merupakan masa depan pembangunan Kabupaten Rote Ndao.
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




