Hentikan Permainan ketangkasan  Expo UMKM Rote Ndao Sepi, Pelaku Usaha Merasa Rugi: Pemerintah Didesak Segera Cari Solusi

Reporter: *)tim  
| Editor: Redaksi
IMG 20260810 WA0004

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Expo UMKM dan Pameran Pembangunan Kabupaten Rote Ndao dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Ba’a, mulai menuai keluhan dari sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Para pelaku UMKM menilai penghentian sejumlah permainan ketangkasan yang diduga bersentuhan dengan praktik perjudian berdampak langsung terhadap tingkat kunjungan masyarakat dan omzet dagangan mereka.

Bacaan Lainnya

Mereka pun mendesak Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama panitia HUT RI ke-81, aparat kepolisian dan pihak terkait segera mencari solusi agar persoalan tersebut tidak berujung pada kerugian bagi pelaku UMKM.

IMG 20260810 WA0003

IMG 20260810 WA0001

IMG 20260810 WA0002

Sebelumnya, rangkaian Expo UMKM dan Pameran Pembangunan yang berlangsung sejak 1 Agustus 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari panggung hiburan, perlombaan, hingga permainan ketangkasan.

Kehadiran berbagai kegiatan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi para pelaku UMKM. Namun, setelah sejumlah permainan ketangkasan dihentikan, suasana di lokasi pameran pada Minggu malam (9/8/2026) terlihat jauh lebih sepi dibandingkan malam-malam sebelumnya.

Media ini menemui secara terpisah 15 dari 71 pelaku UMKM yang terdaftar di lokasi pameran pada Minggu (9/8/2026), sekitar pukul 21.00 hingga 22.30 WITA.
Sebagian besar mengaku mengalami penurunan omzet secara drastis setelah permainan ketangkasan dihentikan.

Aisa, salah seorang pelaku UMKM yang merupakan warga Kelurahan Namodale, mengaku setiap hari harus mengeluarkan modal sekitar Rp300 ribu untuk berjualan gorengan. Namun, pada Minggu malam, hingga waktu ditemui, dagangannya hanya menghasilkan sekitar Rp50 ribu.

Sambil menunjukkan sejumlah uang pecahan Rp5.000 yang berada di laci meja jualannya, Aisa mengaku kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan malam-malam sebelumnya.
Pelaku UMKM lainnya, Ake, juga mengaku hanya memperoleh sekitar Rp10 ribu dari hasil penjualan malam itu.
“Barang jualan harus dibawa pulang lagi. Malam-malam sebelumnya hampir habis terjual,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Ismail, Man dan Belandina. Mereka mengaku selama kegiatan Expo berlangsung, dagangan makanan mereka relatif laris dengan keuntungan rata-rata di atas Rp500 ribu setiap malam.
Namun, kondisi tersebut berubah setelah sejumlah permainan ketangkasan dihentikan.

Menurut mereka, keberadaan permainan ketangkasan selama ini menjadi salah satu faktor yang menarik masyarakat datang ke lokasi Expo. Ketika permainan tersebut dihentikan, jumlah pengunjung ikut menurun dan akhirnya berdampak terhadap omzet UMKM.

Pertanyakan Perbedaan Perlakuan
Salah seorang pelaku UMKM bahkan mempertanyakan alasan permainan ketangkasan yang sebelumnya berlangsung pada kegiatan serupa kini menjadi persoalan.
Ia mengatakan kegiatan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM sejak tahun sebelumnya.

“Mulai dari HUT RI dan HUT Rote Ndao, kami sebagai pelaku UMKM merasakan pengaruhnya terhadap pendapatan ekonomi kami. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan, termasuk permainan ketangkasan, berjalan dengan baik tanpa ada masalah. Tetapi kenapa tahun ini jadi masalah?” ujarnya.

Ia mempertanyakan apakah ada perubahan aturan atau ketentuan yang menyebabkan permainan tersebut kini dihentikan.
“Kita rasa dan tahu bahwa sejak tahun lalu permainan ketangkasan masih sama dengan sekarang. Waktu lalu sonde ada yang bilang ada permainan berbau judi, tapi sekarang jadi masalah. Ini ada apa dan kenapa?” katanya.

Para pelaku UMKM menegaskan bahwa mereka tidak dalam posisi membenarkan ataupun menolak persoalan terkait permainan ketangkasan tersebut. Namun, mereka meminta pemerintah memberikan solusi karena penghentian kegiatan itu secara langsung berpengaruh terhadap mata pencaharian mereka selama Expo berlangsung.

Pelaku UMKM lainnya meminta Panitia HUT RI ke-81, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Polres Rote Ndao dan tokoh agama memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai status permainan ketangkasan yang dihentikan tersebut.
Menurut mereka, apabila permainan tersebut memang melanggar ketentuan atau mengandung unsur perjudian, pemerintah dan aparat penegak hukum perlu menjelaskan dasar dan alasannya secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sebaliknya, apabila masih terdapat ruang untuk mencari bentuk kegiatan yang sesuai aturan, mereka meminta pemerintah tidak serta-merta menghentikan seluruh aktivitas yang telah diagendakan karena dampaknya langsung dirasakan pelaku UMKM.

“Jangan sampai persoalan permainan ketangkasan justru membuat pelaku UMKM yang menjadi korban. Pemerintah harus cari jalan keluar,” harap salah seorang pelaku UMKM.

Mereka juga meminta agar rangkaian kegiatan Expo UMKM yang telah diagendakan selama satu bulan tetap berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan, tanpa mengorbankan kepentingan para pelaku usaha kecil.

Lokasi Expo Terlihat Sepi
Pantauan PENA-EMAS.COM di lokasi pada Minggu malam menunjukkan suasana yang berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Sejumlah area yang sebelumnya dipadati pengunjung terlihat lebih lengang. Beberapa stand UMKM bahkan tampak kosong, sementara sejumlah pedagang lainnya terlihat menunggu pembeli.

Stand permainan ketangkasan yang sebelumnya ramai dikunjungi masyarakat juga tampak tidak beroperasi. Lampu-lampu pada sejumlah lokasi permainan terlihat telah dipadamkan.

Kondisi tersebut semakin memperkuat keluhan pelaku UMKM bahwa berkurangnya aktivitas hiburan di lokasi Expo berpengaruh terhadap jumlah pengunjung dan omzet penjualan mereka.

Di sisi lain, persoalan mengenai dugaan adanya unsur perjudian dalam permainan ketangkasan perlu mendapatkan penjelasan resmi dari pihak yang berwenang agar masyarakat tidak hanya menerima informasi berdasarkan dugaan maupun opini.

Hingga berita ini ditayangkan, Panitia HUT RI ke-81, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Polres Rote Ndao serta pihak terkait lainnya belum berhasil dimintai keterangan resmi mengenai penghentian permainan ketangkasan tersebut maupun langkah pemerintah untuk melindungi kepentingan para pelaku UMKM.
PENA-EMAS.COM akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini dan meminta pihak-pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.

Pos terkait