Kabur dari Penjara, RDF Narapidana Lapas Kelas III Baa Akhirnya Diciduk.

IMG 20260511 WA0002IMG 20260511 WA0002

Rote Ndao, PENA EMAS.COM – Setelah melewati empat hari pencarian yang cukup melelahkan, narapidana atas nama Randy Djamaludin Firmasyah bin Arifin Firmansyah alias Raja yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Baa ( Penjara ) akhirnya berhasil diamankan oleh tim gabungan Polres Rote Ndao dan Lapas Kelas III Baa di bawah pimpinan Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P.

Langkah koordinasi antara Lapas Kelas III Baa dan Polres Rote Ndao dilakukan sejak awal untuk melakukan pencarian secara masif, Minggu (10/5/2026).

Bacaan Lainnya
Konferensi Pers: Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono (tengah)didampingi Kabag Ops AKP Viktor Hari Saputra (kanan) dan Kalapas Kelas III Ba,a.Hariyadi N. Maikameng dalam konferensi pers penangkapan RDF. Minggu 10/5/2026

Sebanyak 45 personel Polres Rote Ndao diterjunkan bersama 25 personel Lapas Kelas III Baa. Selain itu, delapan Polsek jajaran turut dilibatkan dalam pemantauan dan pencarian di wilayah hukum masing-masing.

Berkat kerja sama tim dan informasi dari masyarakat, Randy Djamaludin Firmasyah (RDF) akhirnya berhasil diamankan di kawasan hutan Meonggolo, Desa Persiapan Daefadin, Kelurahan Onatali, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.

Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa penangkapan kembali warga binaan tersebut merupakan hasil kerja keras tim gabungan.

“Pelibatan personel Polres Rote Ndao yang melakukan pencarian sebanyak 45 orang dan 25 orang pegawai lapas. Kami juga menerbitkan STR kepada delapan Polsek jajaran agar memantau keberadaan yang bersangkutan di wilayah hukum masing-masing,” jelas Kapolres.

Kapolres juga mengungkapkan, pasca pelarian RDF, pihaknya menerima dua laporan masyarakat terkait kehilangan sepeda motor dan sejumlah barang berharga yang diduga dilakukan oleh RDF.

“Pasca pelariannya, kami telah menerima dua laporan dari masyarakat terkait kehilangan motor dan sejumlah barang berharga dan kuat dugaan dilakukan oleh warga binaan RDF yang kabur dari Lapas Kelas III Baa karena sinkron dengan barang bukti yang berhasil diamankan,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, status RDF masih sebagai warga binaan Lapas Kelas III Baa sehingga akan diserahkan kembali ke pihak lapas. Sementara dua laporan polisi yang telah diterima tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Terkait dua laporan polisi yang telah kami terima akan tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan Lapas Kelas III Baa jika akan dilakukan pemeriksaan terhadap RDF,” tambahnya.

Barang bukti yang diamankan Polres Rote Ndao dari tangan RDF alias Raja yang diduga hasil curian setelah kabur  dari  Lapas ( Penjara) 

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam, uang tunai sebesar Rp2.200.000, tiga unit laptop, empat unit handphone, pakaian, sepatu, sandal, serta perhiasan emas berupa cincin dan kalung.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memastikan keamanan rumah maupun kendaraan saat bepergian, terutama pada malam hari.

“Kami akan melakukan langkah-langkah sesuai SOP dan tetap berkoordinasi dengan Lapas Kelas III Baa. Kami juga terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan keamanan rumah maupun kendaraan saat bepergian terutama di malam hari,” imbau AKBP Mardiono.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak Lapas Kelas III Baa atas koordinasi yang baik sejak awal proses pencarian.

“Kami juga berterima kasih kepada Lapas Kelas III Baa yang begitu proaktif langsung berkoordinasi dengan Polres Rote Ndao sehingga upaya pencarian yang masif akhirnya membuahkan hasil sesuai harapan kita bersama,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kalapas Kelas III Baa Hariyadi N. Maikameng, S.H juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Rote Ndao atas kerja sama yang terjalin dengan baik hingga warga binaan tersebut berhasil diamankan kembali.

“Kami mengapresiasi kerja keras Bapak Kapolres Rote Ndao dan jajaran yang begitu proaktif sehingga sejak awal pencarian warga binaan kami hingga ditemukan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Kalapas.

Pos terkait