PENA-EMAS-COM- Proyek Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi Utama di Desa Bebalain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), terhambat serius.
Matias Siokain, Direktur CV. Yevalmax, secara jujur mengakui jika PT. Adhi Karya Persero TBK, tidak mampu untuk menyelesaikan pekerjaan Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi Utama di Desa Bebalain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao yang telah selesai massa tenggang pelaksanaan dalam kontrak dan sementara memasuki massa pemeliharaan.
Untuk capaian progress yang sudah dikerjakan baru mencapai sekitar 50 meter kubik lebih dan tidak bisa dilanjutkan karena akibat dari kehabisan material dan lokasi untuk mobilisasi sulit dilewati karena berlumpur dan jaraknya jauh dari lokasi persawahan Kamba Fulak yang berada di Desa Bebalain serta parah pekerja yang sementara merayakan hari raya Natal dan Tahun Baru.
” Proyek ini dibiayai APBN dimulai bulan September 2025, dengan target selesai akhir 2025. Namun, masa kontrak telah lewat, dan kini masuk fase pemeliharaan. Progress baru 50 meter kubik lebih. Material habis, jalan berlumpur parah karena musim hujan, dan pekerja libur Natal-Tahun Baru.” Ujar Matias.
Matias Siokain mengakui, Ia didatangi perwakilan PT. Adhi Karya yang bernama Doni Ratu untuk suplai pekerjaan sepanjang 3000 meter panjang ke pihaknya. sesuai kesepakatan hitungan Volume per meter kubik akan dibayarkan PT. Adhi Karya Persero TBK, Sebesar Rp.1.100.000,-
“Doni Ratu dari PT Adhi Karya datang langsung ke kantor kami meminta suplai pekerjaan. Kami sepakat bayar Rp1.100.000 per meter kubik volume aktual,” ungkap Siokain. Saat dikonfirmasi Media ini melalui Sambungan Panggilan WhatsAppnya di Nomor: 081 239 101 XXX
Beberapa Warga petani setempat saat ditemui PENA-EMAS.COM, mengatakan “Kami harap CV Yevalmax cepat lanjutkan, Adhi Karya sudah gagal. Kami pantau ketat. Jika kontrak addendum gagal lagi, seharusnya sanksi blacklist untuk Adhi Karya.”
PT Adhi Karya sering menang tender infrastruktur nasional, tapi proyek irigasi di daerah terpencil seperti Rote kerap bermasalah. CV Yevalmax, perusahaan lokal Rote Ndao dengan pengalaman irigasi kecil, diharapkan jadi solusi cepat.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menekankan percepatan irigasi nasional untuk ketahanan pangan namun Kasus ini jadi sorotan akuntabilitas BUMN di proyek pedesaan. Kata mereka.
Seperti diberitakan sebelumnya. PENA-EMAS.COM:”Soal Proyek 102,1 M. PT Adhy Karya belum kerja Irigasi di Desa Bebalain”
PT Adhy Karya. Pelaksana Proyek APBN yang dialokasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum pada 34 titik di 15 Kabupaten di NTT menelan Anggaran Sebesar Rp. 102, 145, 000,000.00 termasuk di Desa Bebalain dan Desa Netenaen
Untuk rehabilitasi Irigasi di Desa Bebalain Kecamatan Lobalin oleh PT Adhy Karya belum dikerjakan.
Demikian hal ini disampaikan oleh salah seorang Kontraktor Lokal di Kabupaten Rote Ndao Matias Siokain saat ditemui Crew Media di Kantar Dinas PKO Kabupaten Rote Ndao Selasa (16/12/2025) sekitar Pukul 15: 32 Wita.
Menurut Plt Kadis PUPR Rote Ndao Sonni Saban bahwa saat ini sudah bulan Desember Tahun 2025, memasuki musim penghujan baru kontraktor droping material dan memulai pekerjaan maka kemungkinan terburuknya tidak bisa terselesaikan sesuai waktu pelaksanaan dalam kontrak.
Kontraktor Pelaksana PT. Adhi Karya Persero TBK, bisa terancam tidak selesai dikerjakan, Akibat dari Pelaksanaan yang sudah tersisa beberapa waktu untuk berakhirnya Tahun Anggaran 2025. Jelas Sonni Saban.
Selain itu Kepala Desa Bebalain Alfa Zacharias menolak menandatangani surat tugas Inspektor dan Surveryor untuk Pekerjaan Konsultan Teknis SNVT PJPA Nusa Tenggara II Propinsi NTT ( Paket 2 ) karena baru melapor diri pada bulan Desember.
Yan Tampani. sebagai PPK Proyek APBN ini. saat di konfirmasi melalui sambungan WhatsApp Sabtu (3/1/2026) Pukul 11:34 Wita. Ia menjelaskan, Untuk pekerjaan di Bebalain pihaknya mengalami kendala suplay material ke lokasi.
Hal ini Katanya, Karena akses menuju lokasi sulit dan berlumpur sehingga Dump truck sulit masuk ke lokasi untuk membawah material. tetapi akan kami upayakan supaya bisa bawah material ke lokasi supaya bisa lanjutkan pekerjaan.
” Untuk pekerjaan di Bebalain memang kami agak terkendala suplay material ke lokasi karena akses agak susah, berlumpur, Dump truck susah masuk ke lokasi untuk bawah material, tetapi akan kami upayakan supaya bisa bawah material ke lokaai supaya bisa lanjutkan pekerjaan” Tulis via WhatsApp.
Selanjutnya. Kami akan konfirmasi dengan Adhy Karya supaya bisa lebih cepat melanjutkan pekerjaan saluran di Bebalain. ” saya sudah kontrak Kontraktornya, hari ini sudah bisa drop material ” Tambahnya.
Terkait Kontrak. Yan Tampani, mengakui kalau Kontrak terhitung dari akhir September 2025 sampai 31 Desember 2025, tapi karena lokasinya banyak. kami agak kewalahan tapi kami tetap akan berusaha untuk menyelesaikannya, agar masyaralat petani bisa memanfaatkannya.
Untuk masa kontrak ada pemberian kesempatan, tambahan waktu pekerjaan kepada PT Adhy Karya dengan pemberian denda keterlambatan. Karena untuk pekerjaan Inpres kami akan berusaha menyelesaikannya. Jelas. Yan Tampani.
” Dan memang untuk Kabupaten Rote Ndao agak terlambat mulai pekerjaannya.” Katanya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




