Di duga Kelalaian Tenaga Medis, Ibu Hamil Meninggal “Tenaga Medis Puskesmas Eahun segera di Periksa”

IMG 20250828 WA0002

Di duga Kelalaian Tenaga Medis, Ibu Hamil Meninggal “Tenaga Medis Puskesmas Eahun segera di Periksa”

PENA-EMAS.COM– Di duga kelalaian Tenaga Medis menangani pasien seorang Ibu Hamil asal Desa Faifua Kecamatan Rote Timur mengakibatkan Pasien meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Ba,a. Tenaga Medis Puskesmas Eahun segera di periksa.

Bacaan Lainnya

Demikian hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Rote Ndao Arkhimes Molle,SH,MA. Rabu (27/08/2025) terkait dengan adanya pemberitaan dari Media Online NTT Pos Edisi Rabu 27 08 2025. Ibu Hamil meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ba,a.

Ibu Hamil yang meninggal itu di duga kuat kelalain pihak Puskesmas dan Tenaga Medis. Saya minta Bupati Rote Ndao segera mengambil langkah untuk tenaga Medis Puskesmas Eahun di periksa Ujarnya Tegas.

Menurut Arkhimes Molle. Kematian Ibu hamil terkesan pihak Puskesmas sengaja mengulur ulur waktu dan tidak professional dalam pelayanannya sebagai tenaga medis yang mestinya memprioritaskan keselamatan pasien. Ini soal kemanusiaan dan keselamatan pasien bukan soal tidak adanya tempat tidur di RSUD Ba,a.

” Selama ini keluhan pasien di Rote Ndao, hampir pada semua pihak RSUD dan Puskesmas itu ada pada masalah teknis dan utamakan administrasi dari keselamatan pasien. Hal ini kita tidak bisa diamkan ” ujarnya tegas.

Untuk itu saya minta dan mendesak agar Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao segera melakukan pemeriksaan terhadap tenaga medis yang bertugas dalam penangan pasien di Puskesmas Eahun.

IMG 20250828 WA0001
Foto: Pasien Ibu Hamil yang meninggal

Selanjutnya. Ia mempertanyakan di RSUD Ba,a ada berapa banyak tempat tidur pasien dan pada Rabu 27 Agustus 2025 itu ada berapa banyak Pasien di RSUD Ba,a sehingga kehabisan tempat tidur untuk pasien karena hal ini menyebabkan Ibu Hamil menjadi korban dengan alasan kordinasi karena tidak ada tempat tidur.

Seperti yang diberitakan oleh Media Online NTT Pos, Sulfryana Bulan, ibu hamil yang berasal Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT dikabarkan meninggal dunia dalam perjalanan saat dirujuk dari UPTD Puskesmas Eahun ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baa pada Rabu (27/08/2025) pagi.

Suami Sulfryana, Ferdy Asa menduga kuat istrinya meninggal akibat lambannya penanganan pihak UPTD Puskesmas Eahun karena alasan kesiapan administrasi serta tak tersedianya tempat tidur Pasien.

Ferdy kepada media NTT Pos menyampaikan, dirinya bersama istri serta keluarga mendatangi Puskesmas Eahun pada Rabu (27/8/2025), sekira pukul 03 dini hari, namun baru sekira pukul 10:00 wita istrinya yang dalam kondisi gawat darurat dirujuk ke RSUD Baa.

Kita sampai puskesmas Eahun hampir jam 4 hampir siang, sekitar jam 5 pagi istri saya mengeluh karena kondisinya sudah lemah, jadi saya bilang ke bidan kalau bisa bikin rujukan saja biar rujuk ke Baa tapi bidan bilang tunggu karena masih konsultasi ke Baa. ungkap Ferdy mengulangi perkataan Bidan.

Ferdy juga menyesalkan sikap pihak Puskesmas Eahun yang terkesan lamban menangani istrinya yang sudah dalam kondisi lemah dan tak berdaya.

Menurut Ferdy, seharusnya penanganan pasien dengan kondisi gawat darurat menjadi prioritas utama, namun keterlambatan proses rujukan serta miskomunikasi membuat istrinya harus meregang nyawa.

Jam 09:00 Wita istri saya mulai keluarkan busa dari mulut serta kondisi semakin lemah, saya tanya lagi ke bidan namun jawaban bidan tunggu hasil konfirmasi dari Baa karena tempat tidur di rumah sakit umum tidak ada hingga hampir jam 11 siang baru istri saya dirujuk ke Baa. cerita Ferdy.

Ferdy melanjutkan, saat dalam perjalanan ke RSUD Baa itu istrinya sudah tidak lagi bernapas sehingga dinyatakan sudah meninggal oleh petugas saat mereka tiba.

Saat tiba saya lansung tanya ke petugas soal alasan pihak Puskesmas Eahun terkait tempat tidur, petugas menyampaikan kalau keterlambatan informasi dari pihak puskesmas Eahun. tambah Ferdy.

Ferdy berharap Bupati Rote Ndao dan Anggota DPRD kabupaten Rote Ndao dapat mengambil tindakan keras terhadap pihak puskesmas Eahun karena kinerja pelayanan yang diduga tidak memenuhi standar operasional pelayanan sehingga tidak siap siaga dalam menangani pasien gawat darurat.

Kepala UPTD Puskesmas Eahun, Oktofina P. Polin, S.Si,. T.M.KM., membantah tudingan Ferdy saat dikonfirmasi mengenai ketersediaan tempat tidur dan lambannya rujukan terhadap pasien.

Oktofina menegaskan, tidak ada petugas di UPTD Puskesmas Eahun yang memberi informasi seperti yang disampaikan Ferdy.

Pasien tiba di Puskesmas jam 06:16, karena masih persiapan untuk rujuk to Kak dan kalau terkait tempat tidur, tidak ada petugas yang beri informasi seperti itu. bantah Oktofina. *)Ariyanto

Pos terkait