Harga Minyak Tanah masih Melambung di Rote, Pelaku UMKM Mengeluh

IMG 20260405 WA0004

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM — Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Rote Ndao masih mengeluhkan lonjakan harga minyak tanah yang dinilai semakin memberatkan biaya operasional usaha mereka.

Berdasarkan keterangan sejumlah pelaku UMKM, yang ditemui PENA-EMAS.COM di lokasi Pameran Pembangunan dan Expo UMKM. di Lapangan Sepak Bola Christian Nehemia Dillak, Sabtu (4/4/2026) menyatakan keluhannya terhadap lonjakan harga minyak tanah.

Bacaan Lainnya

Harga minyak tanah yang dibeli dari pengecer saat ini mencapai Rp 65.000 per jerigen. Padahal sebelumnya, minyak tanah dijual oleh agen dengan harga sekitar Rp 40.000 per jerigen. Selisih harga yang cukup tinggi ini dinilai tidak wajar dan sangat membebani pelaku usaha kecil, terutama yang bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan memasak.

“Kami sangat kesulitan. Keuntungan semakin kecil karena biaya bahan bakar naik. Kalau terus begini, kami bisa rugi,” ungkap salah satu ibu yang enggan disebutkan namanya.

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada aktivitas usaha seperti penjualan makanan dan jajanan, yang menjadi sumber penghasilan utama banyak keluarga yang geluti bidang UMKM.

Sejumlah pelaku UMKM bahkan terpaksa menaikkan harga jual produk mereka, yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat.

Para ibu ibu pelaku UMKM ini berharap pemerintah daerah serta instansi terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan ini. Mereka meminta adanya pengawasan ketat terhadap distribusi dan penetapan harga minyak tanah, guna mencegah dugaan permainan harga di tingkat agen maupun pengecer.

“Kami mohon pemerintah segera turun cek di lapangan. Kalau bisa harga diturunkan atau setidaknya distabilkan supaya kami bisa tetap bertahan,” ujar mereka yang lainnya.

Hasil pantauan dan informasi yang berhasil diperoleh Media ini dari sejumlah pelaku UMKM mengakui pendapatan mereka sejak dimulainya pameran dan EXPO ini secara bervariasi mulai dari Rp. 200 000 hingga Rp. 500 000 perhari.

” Beta selama tiga hari berjualan makanan dan minuman mulai pembukaan Pameran, pendapatan kurang lebih 1 500 000. Sonde terhitung hari jni ” Ujarnya. Kendala kitong hanya pada harga minyak tanah naik. Tambahnya.

Ia juga mengaku dan memberi apresiasi bagi pemerintah daerah yang sudah membuka ruang bagi mereka melalui program kegiatan EXPO UMKM yang sangat berpengaruh pada perbaikan ekonomi pelaku UMKM. Jelasnya.

Sebagai masyarakat Ia pun berharap adanya solusi konkret, seperti penertiban distribusi, penetapan harga eceran tertinggi (HET), serta pemberian sanksi bagi pihak yang terbukti menaikkan harga secara tidak wajar.

Dengan demikian, kebutuhan dasar seperti minyak tanah tetap terjangkau dan keberlangsungan UMKM di Rote Ndao dapat terus terjaga.(Zakharias Tulle)

Pos terkait