Rote Ndao, PENA-EMAS.COM– Krisis dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) di RSUD Rote Ndao berdampak serius terhadap pelayanan kesehatan ibu hamil. Ketiadaan dokter spesialis kandungan menyebabkan puluhan ibu hamil yang akan menjalani persalinan, baik normal maupun operasi caesar, harus dirujuk ke Kupang.
Sejumlah ibu hamil yang ditemui di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ba’a, Kamis (12/02/2026), mengakui tidak memiliki pilihan, selain mengikuti rujukan demi keselamatan diri dan bayi mereka.
“Saya sudah dua kali operasi, dan anak ketiga pasti operasi juga. Tapi sekarang dokter Sp.OG sudah mengundurkan diri. Kami diminta ke Kupang satu bulan sebelum jadwal operasi,” ujar seorang ibu hamil.
Meski biaya operasi ditanggung BPJS, beban ekonomi tetap menghantui. “Gratis operasinya, tapi kami tidak punya keluarga di Kupang. Suami harus bolak-balik dari Rote. Biaya makan, tempat tinggal, transportasi itu yang berat,” tambahnya.
Dampak krisis ini sudah terasa. Seorang ibu hamil asal Kecamatan Loaholu dilaporkan melahirkan dalam perjalanan menuju Kupang menggunakan kapal ASDP.
Faktor cuaca dan kondisi laut menjadi ancaman tambahan bagi ibu hamil yang harus menyeberang antar pulau dalam kondisi mendekati persalinan.
Para ibu hamil berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mencegah risiko kematian ibu dan bayi akibat keterlambatan penanganan medis profesional.
Seorang ibu hamil berinisial LMS mengatakan saat ini terdapat sekitar 30an ibu hamil yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Rote Ndao.
“Kurang lebih ada 30an orang ibu hamil yang butuh solusi segera,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, terdapat sekitar 36 ibu hamil dari berbagai wilayah di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini menunggu waktu persalinan.
Salah satunya warga Kecamatan Loaholu yang telah dirujuk ke Kupang belum lama ini dan melahirkan dalam perjalanan menggunakan kapal ASDP.
Selain itu, seorang warga Desa Holoama Kecamatan Lobalain mengaku merasa khawatir jika terjadi kendala cuaca saat harus dirujuk ke Kupang, sehingga ia bersiap lebih awal untuk berangkat.
Sementara itu, EMT, warga Kecamatan Pantai Baru, memilih berangkat lebih cepat ke Kupang tanpa menunggu waktu persalinan. Ia dikabarkan telah melahirkan dengan selamat beberapa hari lalu.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (12/02/2026) malam, menyatakan bahwa persoalan tersebut bersifat teknis dan meminta media terlebih dahulu mengonfirmasi langsung kepada pihak RSUD Rote Ndao.
Direktur RSUD Rote Ndao, dr. Yulia E. Krones, MPH, dikonfirmasi melalui WhatsApp dan sambungan telepon sekitar pukul 19.04 WITA, namun hingga berita ini ditayangkan belum memberikan respons.
Hal serupa juga terjadi pada Plt Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao, Maria Isabela, SH, yang saat dihubungi melalui telepon pada hari yang sama belum memberikan tanggapan.*)

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




