Bawah Nama Rote Ndao ke Piala Presiden, Atlet Sewa Perahu Nelayan Rp 3 Juta.

Reporter: *)tim, 
| Editor: Redaksi
IMG 20260623 WA00231

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Di tengah keterbatasan dukungan anggaran, semangat juang atlet karate asal Kabupaten Rote Ndao, Brigim Pelokila, justru menunjukkan arti sesungguhnya dari pengabdian terhadap daerah.

Demi tampil mewakili Rote Ndao pada ajang bergengsi Piala Presiden RI “Indonesia Open Championship 2026” yang akan berlangsung di Lampung pada 26–28 Juni 2026, Brigim harus menanggung seluruh biaya keberangkatannya secara mandiri.

Bacaan Lainnya

Ironisnya selain tanpa dukungan Pemda kisah haru dialami Atlet Karate Rote Ndao Menuju Piala Presiden ini akibat ditolak karena gagal memperoleh tiket Kapal Bahari Express. selasa (23/6/2026 ) sebab membludaknya penumpang.

Pantang menyerah Brigim Pelokila terpaksa menyewa perahu nelayan dengan biaya mencapai Rp 3 juta agar dapat segera tiba di Kupang.  Langkah itu diambil karena waktu keberangkatan yang sangat terbatas. Setelah tiba di Kupang, Brigim masih harus melanjutkan perjalanan udara menuju Lampung untuk mengikuti salah satu kejuaraan karate terbesar di Indonesia tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, seluruh kebutuhan keberangkatan atlet mulai dari transportasi laut, tiket pesawat, akomodasi, hingga biaya selama mengikuti pertandingan ditanggung menggunakan dana pribadi tanpa bantuan anggaran pemerintah daerah.

“Semua biaya menggunakan dana sendiri,” ungkap sumber yang mendampingi atlet tersebut.

Kondisi ini memunculkan keprihatinan berbagai pihak. Pasalnya, Brigim tidak berangkat atas nama pribadi semata, melainkan membawa nama Kabupaten Rote Ndao dalam kompetisi nasional yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan, Brigim memilih tetap berangkat. Baginya, kesempatan tampil di arena nasional merupakan momentum penting untuk membuktikan bahwa atlet dari daerah terluar juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

Kejuaraan Piala Presiden RI Indonesia Open Championship 2026 sendiri akan diikuti atlet dari berbagai daerah, institusi TNI, Polri, serta perguruan dan klub karate ternama di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi panggung prestisius bagi para karateka untuk mengukur kemampuan sekaligus mengukir prestasi.

Perjalanan Brigim menuju Lampung menjadi potret nyata perjuangan seorang atlet daerah yang harus mengandalkan tekad dan pengorbanan pribadi demi mengejar prestasi. Di tengah minimnya dukungan yang diterima, ia tetap melangkah dengan keyakinan untuk memberikan yang terbaik bagi daerah yang dicintainya.

Kini harapan masyarakat Rote Ndao tertuju pada Brigim Pelokila. Mereka berharap perjuangan panjang yang dilaluinya tidak sia-sia dan mampu berbuah prestasi yang membanggakan di ajang Piala Presiden RI Indonesia Open Championship 2026.

Sebab terkadang, prestasi besar lahir bukan dari fasilitas yang melimpah, melainkan dari keberanian untuk terus berjuang meski harus berjalan sendirian.

Pos terkait