PENA-EMAS.COM- Pelaksanaan Pembangunan dan pekerjaan Rehabilitasi Gedung UPTD SD Inpres Lalao di Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao diduga hanya memenuhi Volume tetapi asal jadi karena tidak memenuhi kualitas dan Spesifikasi sesuai perencanaan.
Plt Kadis PKO Kabupaten Rote Ndao Drs Benay Fora yang sebelumnya dikonfirmasi Via sambungan selulernya Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 13:18 Wita lalu, Ia menjelaskan, Tim PHO dari Dinas PKO telah turun kelokasi untuk melakukan PHO pada Rabu (17/12/2025) dan hasilnya memang terdapat bagian yang miring sehingga sudah perintahkan untuk di perbaiki.
“ Tim dari Dinas turun untuk periksa dan memang ada bagian yang miring sehingga diberi kesempatan untuk kontraktor perbaiki selama dua hari dan sudah diperbaiki “ Ujarnya.
Selanjutnya. Benay Fora juga menjelaskan, Pelaksanaan sesuai kontrak berakhir pada 15 Desember 2025 sehingga setelah bagian pekerjaan yang tidak sesuai telah diperbaiki oleh kontraktor maka saat ini pihaknya sedang lakukan proses pencairan dana pembayaran. Termasuk kontraktor dikenakan denda keterlambatan selama dua hari untuk perbaikan karena masa kontrak telah berakhir. Katanya.
Sementara Kontraktor Pelaksana Redy Bulan sebelumnya Kepada PENA-EMAS,COM. Ia menjelaskan, untuk pekerjaan lantai tidak sesuai karena masalah lantai gedungnya yang miring sehingga berpengaruh pada pemasangan keramik
Selain itu Ia mengakui kalau atap gedung bergelombang dan miring akibat kesalahan pada posisi kuda-kuda dan karpus gedung yang rendah sehingga pihaknya terpaksa menaikan karpus dengan menambah alas pada tiang karpus. Kata Redy di saksikan Konsultas Pengawas Beny Rehing. Seperti sebelumnya diberitakan Media ini pada edisi terdahulu dengan judul : “Pekerjaan Rehabilitasi SD Laloa Rp. 509,8 Juta, Terlihat Asal Jadi dan Tidak sesuai Perencanaan”
Kepala UPTD SD Inpers Lalao Mori Dami sebelumnya kepada PENA-EMAS.COM- Ia mengakui Pekerjaan Rehab SD Lalao di Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao memperlihatkan hasil pekerjaan yang asal jadi, memprihatinkan dan diduga tidak sesuai perencanaan.
Selain itu Kata Mori Dami. Sebelum pihak Dinas turun periksa dan PHO, Plt Kadis PKO Drs Benay Fora menelponnya untuk meminta informasi terkait hasil pekerjaan Rehab sekolah dan Ia menjelaskan sesuai kenyataan yang ada, termasuk atap sekolah yang bergelombang. Ungkapnya.
Namun saat Kembali di temui PENA-EMAS.COM di UPTD SD Inpers Lalao Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 13:18 Wita, terkait perbaikan pekerjaan yang tidak sesuai perencanaan. Baik yang dikeluhkannya sebagai Kepala Sekolah maupun sesuai penjelasan Plt Kadis PKO bahwa kontraktor diperintahkan untuk melakukan perbaikan, Mori Dami awalnya mengakui telah ada perbaikan oleh pihak kontraktor. “ Ya kontraktor sudah perbaiki yang tidak sesuai “ Katanya.
Saat kembali ditanyakan kapan dan iteam apa saja yang telah diperbaiki oleh kontraktor ? Kepsek Mori Dami terkesan mengelabui Media dengan pernyataan kalau saat kontraktor melakukan perbaikan dirinya sedang tidak berada di tempat. “ itu hari dong (mereka) perbaiki Beta ( saya ) ada di Ba,a jadi sonde ( tidak) tahu “ Katanya.
Pantauan PENA-EMAS.COM- dilokasi UPTD SD Inpres Lalao. Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 13: 10 Wita, Hasil pekerjaan Gedung yang menghabiskan APBD Tahun 2025 sebesar Rp. 509,8 Juta menunjukan dikerjakan hanya memenuhi Volume tetapi tidak memenuhi Kualitas dan Spesifikasi alias asal jadi.
Diduga adanya konspirasi antara pihak Dinas, Panitia PHO, Kontraktor, Konsultan dan pihak UPTD. Hal ini terlihat dari hasil pekerjaan dan sejumlah pernyataan serta penjelasan kepada Media saling bertentangan dan tidak sesuai fakta pantauan media dilapangan.
Sejumlah hasil pantauan PENA-EMAS.COM yang menunjukan pekerjaan asal jadi, diantaranya :
1. Atap bangunan yang miring pada seluruh bidang atap akibat diduga kayu kuda kuda dan gording yang rusak tidak diganti seluruhnya.
2. Terlihat ada perbedaan ukuran bahan list plafond yang digunakan, ada yang 5 cm tetapi terlihat ada pula yang kecil 4 cm. ini berarti tidak sesuai spesifikasi teknis
3. Pengecatan tembok bangunan terlihat asal jadi
4. Terdapat salah satu pintu yang bukaannya keluar bukan ke dalam ruangan (pertanyaannya apakah gambar perencanaannya demikian ???) Jika demikian maka konsultan perencana dan pengawas perlu dievaluasi
5. Terlihat salah satu pintu ruang kelas yang terpasang lebih tinggi diatas elevasi lantai keramik sekitar 8 cm, apakah gambar rencananya demikian ?
6. Terlihat seluruh aksesoris pintu – jendela diduga tidak berkualitas bahkan ada jendela yang tarikan/handlenya belum terpasang
7. Hasil finishing pengecetan plafond tidak merata.
8. Terkait seluruh bidang atap yang miring menunjukan tidak mungkin untuk kontraktor melakukan perbaikan tanpa ada pembongkaran secara keseluruhan dan seharusnya sudah dilakukan langkah tegas baik oleh pihak Dinas, Penyedia dan pihak berwenang.
Untuk diketahui sebelumnya di beritakan pada edisi terdahulu dengan judul “ Rehab SD Lalao Diduga Tidak sesuai Perencanaan. Pihak Kejari Rote Ndao Pesan Laporkan hasil Pekerjaan ” dan hingga berita ini dipublish Bupati Rote Ndao, Kejaksaan Negeri Rote Ndao dan Komisi II DPRD Kabupaten Rote Ndao belum dikonfirmasi. Media akan berusaha melakukan konfirmasi tindak lanjut dan akan dipublish pada edisi selanjutnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




