Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Rote Ndao Perlu Belajar Tentang Debat

Reporter: M2 / Tim 
| Editor: Redaksi
IMG 20241027 WA0009

Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Rote Ndao Perlu Belajar Tentang Debat

PENA-EMAS.COM. Pasangan Calon ( Paslon ) Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao periode 2024 – 2029 diminta perlu belajar lagi tentang Debat.

Bacaan Lainnya

Demikian hal ini disampaikan oleh Letkol (Purn) TNI AD Buchari Qadirun,S.Sos usai menyaksikan Debat Publik kedua Paslon Bupati – Wakil Bupati Rote Ndao. Sabtu (26/10/2024) di Graha Narwastu melalui Live Debat Publik Kedua Paslon Bupati Wakil Bupati Rote Ndao yang disiarkan secara langsung  melalui www.youtube.com.

Kepada PENA-EMAS.COM. Usai menyaksikan Debat public Paslon Bupati – Wakil Bupati, Mantan Komendan Depodikjur Rindam IX Udayana Bali Letkol (Purn) TNI AD Buchari Qadirun,S.Sos melalui sambungan Ponsel, Ia mengatakan Pasangan Calon Bupati Rote Ndao 02 dan 03 perlu belajar lagi tentang Debat.

IMG 20241027 WA0015 1 IMG 20241027 WA0014 IMG 20241027 WA0003

“ Paslon 02 dan 03 perlu belajar lagi tentang debat “ Ujar Buchari.

Menurut Buchari Qadirun. Anak Metina – Baa Rote yang kini berdomisili di Pulau Dewata ini bahwa mencermati jalanmya Debat public yang digelar oleh KPU bagi paslon untuk adu gagasan, ide, visi dan misi sebagai calon pemimpin Rote Ndao khususnya Paslon 02 Dan 03 perlu belajar lagi sehingga tidak keluar dari materi debat dan substansi permasalahan yang diperdebatkan sebagai calon pemimpim.

Masalah yang didebatkan adalah strategi efektif meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan di kabupaten Rote Ndao sesuai visi misi masing masing Paslon setelah menjadi pemimpin Rote Ndao lima tahun kedepan. Terlihat dengan jelas paslon 02 dan 03 tidak menguasai substansi masalah dan pokok pokok masalah yang didebatkan sebagai calon pemimpim. Jelasnya.

Buchari Qadirun juga mengatakan, Paslon 02 dan 03 tidak cermat dengan masalah dan cara meningkatkan maupun strategi  pelayanan Publik termasuk jalan keluar menyelesaikan  masalah sosial kemasyarakatan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Karena itu sebagai Paslon perlu belajar lagi. Tentang debat. Jelasnya.

Contohnya Paslon nomor 03 yang telah memimpin Rote Ndao saja mengakui bahwa pendapatan Asli Daerah (PAD) Rote Ndao hingga saat ini masih rendah dan hal ini yang ditanyakan oleh Paslon 03 sebagai mantan Bupati periode 2019 – 2024 yang mau maju lagi.  Artinya apa saja yang di lakukan saat memimpin selama lima tahun itu. Katanya Buchari bernada ironis.

Begitu juga dengan Paslon 02 yang tidak memberikan jawaban dengan jelas atas pertanyaan Paslon 01 terkait regulasi yang mendisain birokrasi reformasi sebagai calon pemimpin untuk meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat penyelesaian masalah sosial kemasyarakata. Sebagai calon pemimpin tentu harus belajar berjiwa besar mengakui kekurangan diri. Ungkapnya.

Untuk ketahui paslon 01 (Paket Ita Esa) Paulus Henuk,SH – Apremoi D. Dethan, 02 ( Paket Lontar Malole ) Vicoas T. B. Amalo – Bima Th. Fanggidae dan Paslon 03 ( Paket Lentera ) Paulina Bullu – Sandro Fanggidae,

Pos terkait