HUT ke-24 Rote Ndao, Bupati Ajak Perkuat Semangat Ita Esa Bangun Daerah

IMG 20260410 WA0005

Rote Ndao, PENA-EMAS.COM – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Rote Ndao memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 daerah tersebut pada Jumat, 10 April 2026. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan.

Menurut Bupati, mulai tahun 2026 peringatan HUT Kabupaten Rote Ndao secara resmi diperingati setiap tanggal 10 April. Tanggal tersebut merujuk pada pengesahan dan pengundangan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002 yang menandai lahirnya daerah otonom tersebut di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bacaan Lainnya

“Peringatan hari ini bukan sekadar penanda bertambahnya usia daerah, tetapi juga momentum untuk mengenang perjuangan, merawat semangat persatuan, dan meneguhkan kembali komitmen kita dalam membangun Rote Ndao yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Ia mengingatkan bahwa 24 tahun lalu seluruh elemen masyarakat bersatu dalam semangat Ita Esa untuk memperjuangkan lahirnya daerah otonom tersebut. Dari perjuangan itu, lahir harapan agar Rote Ndao berkembang menjadi daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera.

IMG 20260410 WA0004

Pada peringatan HUT tahun ini, pemerintah daerah mengusung tema “Membangun Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” dengan subtema “Dengan Semangat Ita Esa Kita Wujudkan Rote Ndao yang Transparan, Adil, Cerdas, Sehat, Sejahtera dan Kompetitif.”

Tema tersebut menjadi arah pembangunan daerah yang difokuskan pada transformasi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Bupati memaparkan, selama 24 tahun perjalanan pembangunan, berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat telah menunjukkan capaian positif. Secara makro, perekonomian daerah pada tahun 2025 tumbuh sebesar 7,96 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat. Namun tantangan kita adalah memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah selama lima tahun berturut-turut, yakni sejak 2021 hingga 2025. Pemerintah daerah juga meraih predikat B (Baik) dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2024 dan 2025.

Dalam aspek kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan di daerah tersebut menunjukkan tren penurunan dan berada pada angka 24,37 persen pada tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia juga mengalami peningkatan dengan usia harapan hidup mencapai 70,17 tahun, harapan lama sekolah 13,24 tahun, serta rata-rata lama sekolah 7,84 tahun.

Pemerintah daerah juga memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya UHC Awards 2026 atas komitmen dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat serta peringkat ketiga terbaik di NTT dalam aksi konvergensi penurunan stunting.

Selain itu, melalui pengembangan kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN), Kabupaten Rote Ndao menerima penghargaan Pos Kupang Awards sebagai pionir industri garam di NTT.

“Seluruh capaian ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan dan dukungan masyarakat Rote Ndao,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, di antaranya tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi, struktur ekonomi yang masih didominasi sektor primer, keterbatasan kapasitas fiskal daerah, serta konektivitas infrastruktur kepulauan yang belum sepenuhnya optimal.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah menetapkan sejumlah langkah strategis, antara lain percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur yang berdampak produktif, penguatan sektor pertanian dan ekonomi rakyat, serta pengembangan pariwisata sebagai motor transformasi ekonomi daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan UMKM dan desa melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terhubung dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta berbagai kegiatan ekonomi rakyat seperti pameran dan hiburan rakyat.

Dalam pembangunan daerah, pemerintah juga menerapkan konsep Triangle Pembangunan Rote Ndao, yakni kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat (Maneleo), dan tokoh agama guna memastikan pembangunan berjalan inklusif, berakar pada budaya, serta memiliki nilai spiritual.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dalam membangun daerah.

“Ita Esa bukan sekadar semboyan, tetapi komitmen bersama untuk bekerja, bergerak, dan maju bersama. Satu tahun ini adalah fase konsolidasi, dan empat tahun ke depan adalah fase percepatan agar perubahan nyata dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Upacara HUT ke 24 tahun Rite Ndao dihadiri Wakil Bupati Rote Ndao, ketua, wakil-wakil ketua dan anggota DPRD kabupaten Rote Ndao, Sekretaris Daerah, para staf ahli Bupati, Asisten setda, dan kepala perangkat daerah lingkup pemerintah kabupaten rote ndao, Ketua TBUPP kabupaten Rote Ndao, Pimpinan Instansi vertikal, BUMN dan BUMD, para pejabat sipil, TNI dan polri, Para Camat, Kepala Desa dan lurah se-kabupaten Rote Ndao, pimpinan partai politik, ormas, organisasi profesi, organisasi wanita dan kepemudaan, ketua tim penggerak pkk, ketua dharma wanita persatuan kabupaten Rote Ndao, ketua bhayangkari, ketua kartika candra kirana, ketua jalasenasti, ketua adhyaksa, para kepala sekolah dan guru se-kabupaten rote ndao, para maneleo, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda, perwakilan kaum difabel kabupaten Rote ndao, Aparatur Sipil Negara, mahasiswa, pemuda dan pelajar (Arkhimes)

Pos terkait