ROTE NDAO, PENA-EMAS.COM – Semangat melestarikan adat dan budaya Rote Ndao kembali ditampilkan dalam ajang Lomba Kebalai untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Rote Ndao.
Tim Kebalai Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, tampil penuh semarak di hadapan masyarakat saat mengikuti lomba yang digelar di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Namodale, Jumat (14/8/2026).

Mengusung pesan budaya “Nusa Lote Nai Kona”, yang bermakna bahwa Pulau Rote sebagai pagar selatan Indonesia merupakan daerah yang kaya akan potensi dan kekayaan alam, kontingen Kelurahan Mokdale tampil dengan kekuatan 15 peserta.
Kontingen tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Mokdale, Anderias Boik, sementara Rini Otto dipercaya sebagai Manahelo yang memimpin tuturan syair dan nyanyian dalam penampilan Kebalai.
Dengan lantunan syair yang khas, Rini Otto menyampaikan pesan:
“Nusa Lote nai kona, Indonesia dalek henu no sui betes ma tua nasa.”
Syair tersebut menggambarkan Rote sebagai bagian dari Indonesia yang memiliki kekayaan alam, termasuk hasil bumi dan gula lontar yang menjadi salah satu kekayaan tradisional masyarakat Rote.
Penampilan Kebalai Kelurahan Mokdale berlangsung dalam durasi 10 menit. Meski singkat, setiap gerak, nyanyian, dan syair yang ditampilkan sarat dengan pesan budaya serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Rote Ndao.
Lomba Kebalai ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao, dengan melibatkan desa dan kelurahan sebagai peserta.
Bukan sekadar perlombaan, Kebalai menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Rote Ndao kepada generasi muda.
Di penghujung penampilannya, Rini Otto kembali menyampaikan pesan penuh makna melalui syair:
“Uak neme lain ma nalek neme poin, teuk neme poin. Teu leo mana fali, ita be tatonggo.”
Yang berarti, “Kehidupan ini adalah anugerah dari Tuhan. Kiranya tahun depan kita dapat bertemu kembali.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup penampilan Tim Kebalai Kelurahan Mokdale, sekaligus pengingat bahwa di balik kemeriahan perayaan kemerdekaan, terdapat warisan adat dan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




