Warga Rote Barat Daya, Lima Tahun Jadi penghuni Istana Reot Beratap Daun Gewang
PENA-EMAS.COM- Gubuk ku Istana ku, meskipun tak layak ditempati selayak warga lainnya namun itulah istana bagi kami untuk berlindung dari panas, hujan dan menjalani hidup sudah selama lima tahun.
Kisah ini disampaikan Yan Meta Iwa (56) dan bersama Istrinya Johana Baba (40), Warga Rt 19, Rw 10, Dusun 5, Desa Lakukan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Propinsi NTT. saat ditemui Crew PENA-EMAS.COM di kediamannya kemarin siang
Yan Meta Iwa lelaki lansia asal Pulau Sumba ini yang ditemui tinggal di gubuk reot beratap daun gewang di topang tiang dari batang pohon sudah selama 5 tahun sekalipun dipandang sangat jauh dari nilai layak dan cukup.
Gubuk reot yang berdiri diatas sebidang tanah pemberian dari kedua orang tua istrinya yang dijadikan tempat gubuknya dibangun sekaligus menjadi lahan untuk dikelolah guna mencukupi pangan mereka sekeluarga dengan menanam sayuran, dan padi saat musim hujan.
” Tanah ini juga warisan dari Orang Tua Istri saya dan kami olah untuk bisa bertahan hidup sehari-hari, musim kemarau Beta bale tanah tanam sayur nanti hujan datang tanam padi gora”. Tutur Yan dengan penuh haru
Yan Meta Iwa mengisahkan, Gubuk ini telah dibangun bersama istrinya sejak lima tahun lalu, massa jabatan Kepala Desa Soleman Sui (mantan kades-red) hingga sudah 2 kali pergantian Penjabat Desa Lalukoen tidak pernah di sentuh oleh bantuan Desa maupun Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Untuk penerangan gubuknya juga baru dipasang Bulan Juli 2025, hanya bermodalkan lampu pelita dan lilin.
Air bersih untuk minum juga hingga saat ini masih menumpang dari kran air sambungan PDAM milik tetangga akibat tidak miliki cukup uang untuk bisa menyambung air PDAM.
Sementara untuk Mandi cuci dan Kakus (MCK-red), untuk mandi, mencuci dan buang air masih mengunakan air dari tadahan hujan di embung yang jaraknya 1 kilo meter dari kediaman mereka.
Tanpa rasa malu menunjukkan dimana Ia bersama istri dan kedua anak tirinya terpaksa membuang hajat di hutan karena tidak memiliki kamar mandi yang layak, masih mengunakan kamar mandi darurat seadahnya yang berbalut daun gewang beberapa lembar disamping gubuk reot mereka. Ungkap Yan Meta Iwa
Dengan tuturan rasa sedih dan terharu Yan Meta Iwa menyatakan, Harapannya kepada Pemerintah seraya mohon perhatiannya karena sebagai masyarakat Rote Ndao menjalani kehidupan sangat pas pasan dan jauh dari kata layak pada hal selama ini tidak pernah menunggak pajak atas tanah yang mereka diami. Tuturnya.
Pantauan Media ini. Kediaman Yan Meta Iwa bersama Istrinya Johana Baba dan kedua anaknya, terletak hanya sekitar 5 meter dari jalan raya Lalukoen – Nembralla Rote Barat yang setiap harinya dilintasi oleh Pemerintah Desa setempat namun sayangnya entah apa hambatan, kendala dan salah mereka hingga tertutup pintu perhatian dari Pemerintah baik Desa Lalukoen dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




