Akibat Miras. Di Rote Ndao, YN Kena Tusuk Pisau Belah Pinang RGL
PENA-EMAS.COM – YN warga RT 11 RW 4 Kelurahan Metina Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao menderita dua tusukan pisau belah pinang.
Kejadian YN ditikam menggunakan pisau belah pinang oleh pelaku di rumah HS di Rt 02 Rw 02 Dusun Toundao Satu Desa Persiapan Nitaso Kec. Lobalain Senin (28/07/2025) sekitar pukul 14:00 wita.
Korban YN mengalami tusukan di bagian kanan perut dekat pusar dan bagian kiri di bawah ketiak.
Korban dilarikan Rumah Umum Daerah Ba,a dan saat ini sedang jalani operasi. Sementara pelaku telah berhasil diamankan anggota Polsek Lobalain beberapa waktu setelah pristiwa.
Kronologis kejadian berawal dari pelaku RGL, Korban YN, AB dan HS. menikmati miras (Sopi) bersama di rumah HS
Kemudian korban memukul AB beberapa kali dan HS menegur selanjutnya korban alihkan tindakannya kepada HS dengan menendang dan memukul HS hingga jatuh.
Setelah HS jatuh, korban YN memegang kaki HS sambil menarik. Melihat tindakan YN, pelaku yang sedang duduk dikursi menegur korban untuk hentikan perlakuannya.
Korban kemudian melepas tindakannya terhadap HS yang sudah tergeletak di tanah dan langsung mendekat ke pelaku diikuti sikap memukul pelaku sementara AB mendekat ke HS untuk membangunkannya.
Kepada PENA-EMAS.COM- AB, HS dan Pelaku RGL saat ditemui di Polsek Lobalain, AB mengatakan, Dirinya tidak mengetahui sebab akibat dari Korban YN memukul dirinya hingga beberapa kali tetapi ia tidak membalas.
Sementara HS mengakui Korban YN beberapa kali memukul AB dan melihat sikap Korban sudah memukul AB hingga beberapa kali sehingga Ia menegur korban namun akibat dari tegurannya korban YN langsung menendang dan memukul dirinya sampai terjatuh.
HS juga menjelaskan, setelah tubuhnya sudah terjatuh di tanah, Korban YN memegang kakinya dan menarik tubuhnya diatas permukaan tanah sampai mengalami luka gores di tangan dan badan. Ungkap HS. “ Soal saat pelaku menikam korban itu Ia sendiri tidak melihatnya karena tubuhnya masih ditanah.” Ucapnya.
Pelaku RGL Warga Rt 04 Rw 01 Kelurahan Metina Kec. Lobalain. Seusai memberikan keterangan di Polsek Lobalain, Kepada PENA-EMAS.COM- Ia menjelaskan, Mereka berempat sama sama menikmati Miras di kediaman HS tetapi kemudaian ia merasa lapar dan pergi ke dapur untuk makan. Saat sementara makan. Ia mendengar bunyi gelas dan meja – kursi seperti terjatuh.
Ia kemudian meninggalkan makanannya dan keluar Kembali kedepan sambil duduk diam dan melihat korban YN memukul AB lalu menendang serta memukul HS sampai terjatuh ke tanah.
Melihat korban memukul HS hingga jatuh kemudian korban memegang kaki HS sambil menarik tubuh HS di atas tanah.
Tidak tegah melihat Tindakan korban terhadap HS, Ia kemudian menegur korban YN untuk hentikan tindakannya karena HS dianggap sebagai orangtua mereka sendiri.
Teguran Pelaku kepada korban tidak diterima oleh korban sehingga dia melepas HS dan membalikan tindakan amarahnya kearah pelaku.
Korban bereaksi hendak mau memukul Pelaku sambil mengeluarkan kata kata ancaman. Jelas Pelaku RGL.
“ Bosong semua di Toundao – Metina ini Beta ( saya ) sonde ( tidak) takut satu ju, Beta akan bunuh bosong (kalian) semua “ Kata korban yang diulangi Pelaku.
Setelah itu. Jelas pelaku RGL, korban langsung melayangkan pukulan ke arah pelaku namun karena pelaku silih dan tidak mengena diri pelaku.
Melihat reaksi itu pelaku langsung mengambil sikap spontan dengan menikam korban menggunakan pisau belah pinang miliknya ( Pisau kecil yang setiap hari dipakainya dan selalu dibawah untuk belah pinang saat hendak mau makan sirih – pinang ) Jelasnya.
Selanjutnya jelas Pelaku. Korban kemudian melanjutkan serangannya dengan memukul lagi pelaku tapi tidak mengena tubuh pelaku karena menghindar dari arah pukulan korban.
Pukulan kedua kalinya juga tidak mengena pelaku namun pelaku langsung sambut dengan tikaman keduanya mengena bagian sisi kiri tubuh korban ( bagian bawah ketiak ) Jelasnya.
“ Beta rasa dia (korban) pukul dan ancam bunuh beta makanya beta tikam dia dari pada dia yang dahulu bunuh beta “ Ujar Pelaku.
Selepas dari dua tikaman yang mengena korban. Korban langsung tinggalkan TKP menuju kerumahnya yang tidak jauh dari TKP sambil berteriak “ Lu (Kamu) tunggu beta (saya) bale (Kembali) bunuh lu “ Ujar RGL meniruh ucapan korban. Saya takut dia kembali sehingga saya juga langsung pulang ke rumah di Metina. Tambahnya.
Sementara Charles N Ndoen. salah satu keluarga korban di tempat tunggu pasien di Ruang Operasi RSUD Ba,a. terkait kasus ini sebagai keluarga korban, Ia mengatakan, semua proses selanjutnya diserahkan ke pihak penegak hukum.
Sebagai orangtua kita berharap dengan pristiwa ini korban setelah sembuh diharapkan berhenti mabuk – mabukan karena semua ini terjadi akibat mabuk. Tandasnya.
Sampai dengan Berita ini di Publish, Korban belum bisa di konfirmasi karena sedang menjalani penanganan medis.
Selain itu Pihak RSUD Ba,a dan Kapolsek Lobalain belum behasil di konfirmasi karena masih fokus pada Upaya penanganan medis korban sedang pelaku sementara diamankan di Polsek Lobalain. (Arkhimes)
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




