Dugaan Uang Pelicin Rp 5 Juta: Nama Rote Ndao Tercoreng, Oknum Inspektorat dan Kades Nonaktif Disebut Terlibat

INSPEKTORAT

Rote Ndao, PENAEMAS.COM – Dugaan praktik “uang pelicin” senilai Rp 5.000.000 menyeret nama Kepala Desa Kolobolon nonaktif, Esaf Mbuik, dan seorang oknum pegawai Inspektorat Kabupaten Rote Ndao, propinsi NTT berinisial YT. Uang tersebut diduga diberikan guna menghilangkan sejumlah temuan pengelolaan keuangan desa tahun anggaran 2021–2024.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, permintaan awal disebut sebesar Rp 4.500.000, namun dibulatkan menjadi Rp 5.000.000. Dana itu ditransfer melalui rekening Bank NTT atas nama Kades nonaktif, sebelum diteruskan kepada oknum pegawai Inspektorat (YT).

Bacaan Lainnya

Dugaan ini diungkapkan Wadson Sodi Mbuik kepada wartawan, Kamis (19/2/2026) pukul 10.51 Wita. Ia mengaku memiliki bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Kades nonaktif, oknum pegawai Inspektorat (YT), dan Bendahara Desa Kolobolon (JM).

Dalam percakapan tersebut, bendahara sempat diarahkan untuk menyerahkan uang secara tunai di kantor Inspektorat. Namun karena situasi ruangan dinilai tidak memungkinkan, opsi transfer dipilih. Pesan balasan dari oknum pegawai disebut berbunyi, “Nanti transfer saja bapa.”

Skandal Desa Kolobolon Meledak! Uang Rp 5 Juta Disebut untuk ‘Hilangkan’ Temuan Audit”

ILUSTRASI DANA DESA

Lebih lanjut, dalam percakapan lain yang ditunjukkan kepada media, terdapat pembahasan mengenai nominal Rp 9 juta dan Rp 3,5 juta yang diminta “dihilangkan”. Kades nonaktif disebut menyetujui pemberian Rp 5 juta agar persoalan tidak berlanjut ke ranah hukum.

Saat dikonfirmasi terpisah, Bendahara Desa Kolobolon (JM) membenarkan adanya instruksi dari Kades nonaktif untuk mengirimkan uang Rp 5 juta melalui transfer pada tahun 2025. Ia mengaku lupa tanggal pasti pengiriman karena telah berlalu beberapa bulan.

JM juga menyatakan awalnya diminta menyerahkan uang secara langsung kepada oknum pegawai Inspektorat di kantor, namun batal karena kondisi tidak memungkinkan

Seperti dikutip PENA-EMAS.COM, dari bukti Chat dan Transfer Beredar, Dugaan Suap Rp 5 Juta Guncang Inspektorat Rote Ndao dalam percakapan singkat antara Kades Definitif Nonaktif Esaf Mbuik dan Oknum Pegawai Inspektorat Rote Ndao bersama Bendahara Desa Kolobolon(JM) :

Siang ibu…. bendahara Da mau kasih titipan di ibu cuman katanya di ruangan byk orang jdi kira2 caranya bgmna ibu….. sekarang dia ms tggu di luar pinggir jln ibu.

– Atau b transfer sja ko ibu….

– Jawab (YT), Mksih bapa desa Nnt transfer sja bapa🙏

Selanjutnya (JM) berkomunikasi dengan Kades Definitif Nonaktif Esaf Mbuik :

” Bapa ksih tau ibu,,,spya yg 9 juta dgn 3 juta lima ratus ,, klaw bisa na ibu ksih hilang su,, Krn tdi ibu blg kmbli di bapa sa yg 9 juta dgn 3 juta lima ratus keputusan di bapa

– Jawab (Kades) Definitif Nonaktif: Ok……aman Dia (YT-red) minta 4,5 juta ni. Kasih 5 juta sa nti baru ktg Ator itu dari pada ktg pusing dgn polisi lgi…..terus setor byk lgi….. pusing

Lanjut (JM), Siap bapa,,b kirim 5 juta kirim di bapa pu rek atau di ibu.

Hingga berita ini ditayangkan, Kades nonaktif Esaf Mbuik belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi beberapa kali. Demikian pula Inspektur Inspektorat dan pegawai berinisial YT belum berhasil dikonfirmasi.

Kasus ini menambah sorotan publik terhadap tata kelola pengawasan keuangan desa di Kabupaten Rote Ndao. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum turun tangan untuk memastikan kebenaran informasi serta menindak tegas apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.

Media ini akan terus berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.(Ariyanto Tulle)

Pos terkait