BNPP Pusat dan Bupati Rote Ndao, Bahas Kolaborasi Penanganan Stunting dan Infrastrutur Wilayah Perbatasan

Reporter: Arkhimes Molle 
| Editor: Redaksi
FB IMG 1760036242175

BNPP Pusat dan Bupati Rote Ndao, Bahas Kolaborasi Penanganan Stunting dan Infrastrutur Wilayah Perbatasan

Bupati Paulus Henuk : Usul Pempus Bentuk Lembaga khusus Tangani  Stunting secara terpadu

Bacaan Lainnya

PENA-EMAS.COM- Bupati Rote Ndao Paulus Henuk S.H menghadiri undangan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI  dengan agenda Kegiatan Dukungan Penanggulangan Stunting dan Gerakan Masyarakat Sehat di Kawasan Perbatasan yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah di wilayah Indonesia Timur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar instansi dalam mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di kawasan perbatasan yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Kepada PENA-EMAS.COM Bupati Paulus Henuk  mengatakan, BNPP sebagai Lembaga yang menetapkan kebijakan program Pembangunan perbatasan dan kebutuhan anggaran sehingga dalam kegiatan tersebut, dibahas berbagai strategi dan pendekatan komprehensif dalam menangani persoalan stunting. Stunting. Jelas Paulus Henuk.

Menangani persoalan stunting  bukan hanya persoalan kesehatan semata, melainkan isu multidimensi yang berhubungan dengan faktor sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta infrastruktur dasar.

Oleh karena itu, penanganannya memerlukan kerja sama yang kuat dari seluruh sektor dan tingkatan pemerintahan mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Selanjutnya Jelas Paulus Henuk. Stunting bukan tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, tapi tanggung jawab kita bersama. Dinas kesehatan berperan dalam layanan gizi dan kesehatan ibu-anak, Dinas Pendidikan memiliki peran dalam membangun kesadaran gizi sejak usia dini, Dinas PUPR berperan dalam penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak,

Kemudian Dinas Ketahanan Pangan menjamin ketersediaan pangan bergizi, dan Dinas Sosial memperkuat ketahanan keluarga dan dinas-dinas lain pun memiliki peranan yang tak kalah penting.

Dalam kesempatan itu, saya juga mengusulkan agar pemerintah pusat dapat membentuk Lembaga Khusus atau Badan Nasional yang fokus menangani persoalan stunting secara terpadu, sehingga pelaksanaan program di berbagai daerah dapat lebih terkoordinasi, efektif, dan berdampak nyata.

Secara terpisah.  Usai kegiatan,  Bupati  bersama Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat serta Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP. berdiskusi mengenai berbagai isu strategis yang dihadapi oleh daerah perbatasan, termasuk pentingnya peningkatan infrastruktur dasar, pemerataan pelayanan publik, serta penguatan ekonomi lokal sebagai upaya menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan di wilayah terluar Indonesia. Jelasnya.

Pada sore harinya, BP Bupati  melanjutkan agenda dengan berkunjung ke rumah Prof. Adrianus Mooy untuk bersilaturahmi. Pertemuan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa hormat. Prof. Mooy merupakan sosok tokoh kebanggaan daerah yang memiliki dedikasi tinggi bagi pembangunan bangsa.

Dalam kesempatan itu pula, BP Bupati  menyampaikan permohonan izin kepada beliau agar nama Prof. Adrianus Mooy dapat digunakan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Rote. Usulan ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan beliau yang turut memperjuangkan keberadaan rumah sakit di Rote sewaktu beliau masih bertugas di BAPENAS. Semoga penamaan ini menjadi simbol penghargaan sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkontribusi dan mengabdi demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait