NTT Siap menjadi poros Garam Nasional, Rote Ndao  menjadi lokasi pertama pengembangan

Reporter: Arkhimes Molle 
| Editor: Redaksi
IMG 20251010 WA0002

NTT Siap menjadi poros Garam Nasional, Rote Ndao  menjadi lokasi pertama pengembangan

PENA-EMAS.COM – NTT Siap menjadi poros Garam Nasional, memberi kontribusi nyata bagi kemandirian bangsa. Dari laut biru NTT, kita menyalakan terang untuk Indonesia yang berdikari.

Bacaan Lainnya

Demikian hal ini sampaikan Gubernur  Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena usai menandatangani Nota kesepahaman pengembangan lahan dan industri garam dengan K-Utech Salt Technology Germany dan PT Garam. Rabu (8/10/2025) Di Jakarta

FB IMG 1760036385871
Foto: Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH saat penandatangan Nota kesepahaman

Penandatangan Nota kesepahaman tersebut, Selain oleh Gubernur bersama Kementerian,   turut pula Bupati Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua dan Bupati TTU.

Hari ini, Saya bersama Bupati Kupang Pak Yosef Lede, Bupati Rote Ndao Pak Paulus Henuk, Bupati Sabu Raijua Pak Krisman Riwu Kore, dan Bupati TTU Pak Falentinus Desaelle Kebo, kami menandatangani nota kesepahaman pengembangan lahan dan industri garam dengan K-Utech Salt Technology Germany dan PT Garam  Tutur Melki.

Gunernur Melki mengatakan, Langkah ini adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mewujudkan swasembada garam Indonesia, dengan dukungan penuh dari Kementerian PPN / Bappenas dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kami bersyukur atas semangat dan dukungan luar biasa dari Menteri PPN / Bappenas  Rachmat Pambudy yang menegaskan pentingnya membangun nilai tambah garam berbasis pengetahuan dan teknologi melalui rencana pendirian Indonesia International Salt Institute. Ini akan menjadi pusat inovasi untuk pengembangan garam nasional.

NTT siap menjadi poros garam nasional, memberi kontribusi nyata bagi kemandirian bangsa. Dari laut biru NTT, kita menyalakan terang untuk Indonesia yang berdikari. Tandas  Gubernur Melki Laka Lena.

Menteri KKP – RI,  Sakti Wahyu Trenggono.  menegaskan komitmen pemerintah bahwa pada akhir 2027 Indonesia akan berhenti impor garam dan Kabupaten Rote Ndao akan menjadi lokasi pertama pengembangan dengan total potensi lahan lebih dari 13.000 hektare – tahap awal akan segera dimulai seluas 1.192 hektare.

Selain mencetak garam berkualitas tinggi, program ini akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 2,5 kali UMR. Jelas Menteri KKP.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,SH. Menjelaskan, Ia bertemu juga dengan Dirjen KKP  Koswara dan Aris Direktur PK  untuk membahas progres Proyek  K-SIGN kemudian berbagai hal terkait capaian sementara, Kendala dilapangan serta strategi  percepatan agar proyek ini dapat nerjalan sesuai target dan memberikan manfaat  optimal bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam upaya mewujudkan  swasembada garam nasional

Menurut Paulus Henuk,  Ketersediaan garam nasional yang berkelanjutan  dan berkualitas akan memberikan dampat besar bagi kemandirian Industri dalam negeri, mengurangi ketergantunagn terhadap impor serta meningkatkan  kesejahteraan masyarakat.

Acara ini  dihadiri Menteri Bappenas, Menteri KKP, Gubernur NTT, Bupati Kupang, Sabu Raijua, TTU dan Rote Ndao menunjukan kuatnya komitmen  lintas sektor dan lintas wilayah dalam mendukung pengembangan garam nasional melalui kolaborasi konkrit antara pusat dan daerah.

Pos terkait