Sambut HUT ke-81 RI, KKP dan Pemkab Rote Ndao Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Desa Baadale

Reporter: Ariyanto Tulle  
| Editor: Redaksi,
IMG 20260816 WA0000

Rote Ndao, PENA EMAS.COM— Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melaksanakan aksi penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan pantai Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu(15/8/2026)Pukul 08:00 Wita, bertempat di Pesisir Pantai Bafolin Desa Baadale, Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah paling selatan Indonesia ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir nasional.

Bacaan Lainnya

Aksi lingkungan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, A. Koswara.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Denison Moy, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah Rote Ndao Daniel Nalle, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta warga masyarakat setempat.

Dirjen A. Koswara, dalam sambutannya menegaskan, penanaman bibit mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau upaya pencitraan semata, melainkan langkah awal rehabilitasi ekosistem pesisir yang direncanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kegiatan penanaman hari ini bukan sekadar kegiatan simbolis dan tidak berhenti di hari ini. Pekerjaan penting berikutnya justru bagaimana memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh, berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” ungkap Koswara.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan upaya pemulihan alam tidak bisa dinilai dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari berapa banyak pohon yang akhirnya mampu bertahan hidup dan tumbuh menjadi benteng alam yang kokoh bagi wilayah pesisir.

“Keberhasilan rehabilitasi ekosistem tidak diukur dari seberapa banyak bibit yang ditancapkan ke tanah, melainkan dari berapa banyak pohon yang berhasil bertahan hidup hingga menjadi benteng alam pesisir,” tegasnya.

Koswara menjelaskan bahwa ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat vital. Selain berfungsi sebagai penahan abrasi pantai dan penyerap karbon yang besar, hutan bakau juga menjadi tempat tinggal bagi beragam biota laut serta dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat yang tinggal di pesisir.

“Mangrove yang kita tanam hari ini bukan hanya untuk kita, melainkan investasi lingkungan untuk anak cucu. KKP tidak bisa bekerja sendiri, butuh sinergi erat antara Pemerintah Daerah, masyarakat, dunia usaha hingga perguruan tinggi,” pungkasnya.

Kolaborasi ini nantinya diharapkan dapat terus berjalan melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye kelautan dengan tema “Kenali, Jaga, Lestarikan Pesisir” bersama inisiatif K-SIGN.

Koswara juga mengajak seluruh warga Desa Baadale untuk turut serta secara aktif dalam merawat dan memantau kondisi tanaman secara berkala.

Hal ini dilakukan agar kawasan hutan bakau yang baru saja ditanam dapat pulih dan berkembang dengan baik hingga mencapai kondisi yang sehat dan stabil.

Dijelaskan pula, penanaman 5.000 bibit mangrove di Desa Baadale ini hanyalah langkah awal. Selanjutnya akan disusul dengan serangkaian program pemulihan wilayah pesisir lainnya di Kabupaten Rote Ndao yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kekayaan laut dan pesisir Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

Pos terkait