Rote Ndao,PENA-EMAS.COM. Mayat Pria lansia
Warga Dusun Lutu, Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, di temukan meninggal setelah 9 hari keluar dari rumah. Penemuan mayat warga Rote Ndao ini diduga meninggal tidak wajar.
Adalah Johanis Anabokai (65) Warga RT 009/RW 003, Dusun Lutu, Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, gegerkan warga saat ditemukan telah meninggal di kawasan hutan mangrove Pantai Ingguhun, Jumat (15/5/2026) pagi.
Johanis Anabokay, sebelumnya dilaporkan hilang dari rumah sejak Rabu (6/5/2026) yang lalu sesuai Laporan orang hilang yabg dibuat oleh Sirjon Ndun di Polsek Lobalain pada Kamis (14/5/2026) dengan Nomor: LOH/04/V/2026/SPKT/POLSEK LOBALAIN/POLRES ROTE NDAO/POLDA NTT.
Kepada Wartawan, Kapolsek Lobalain IPDA Djoni Elvis Pada. menjelaskan, Mayat tersebut pertama kali ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan dan langsung dilaporkan ke Polsek Lobalain melalui pesan WhatsApp.
Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Lobalain, IPDA Djoni Elvis Pada, S.H., bersama personel segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi
dan pihak kepolisian menemukan kondisi mayat sudah tidak utuh.
“Saat tiba di TKP, kami menemukan mayat terlilit tali berwarna biru pada bagian pinggang dan leher, kemudian ditautkan pada sebuah karung putih dan tersangkut di akar mangrove. Kondisi kepala korban sudah tinggal tengkorak,” jelas Kapolsek kepada wartawan.
Meski kondisi tubuh korban sudah rusak, warga meyakini mayat tersebut adalah Johanis Anabokay karena pakaian yang dikenakan masih melekat di tubuh korban.
Kapolsek menambahkan, proses evakuasi berlangsung lancar berkat kerja sama aparat kepolisian dan masyarakat setempat. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Ba’a menggunakan mobil patroli double cabin milik Polsek Lobalain untuk dilakukan visum et repertum guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Keterangan yang diperoleh dari anak korban OJ (35) mengaku ayahnya meninggalkan rumah sejak Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 09.00 Wita menuju arah utara dan tidak pernah kembali.
“Selama ini saya tinggal di Kupang. Berdasarkan informasi keluarga, bapak keluar rumah sekitar pukul 09.00 Wita dan tidak kembali lagi. Keluarga sudah mencari, tetapi tidak ditemukan,” ujarnya.
OJ juga mengaku keluarga sempat melakukan doa pelayanan untuk meminta petunjuk terkait keberadaan korban hingga akhirnya jenazah ditemukan di Pantai Ingguhun.
Menurut dia. pihak keluarga menilai kematian ayahnya tidak wajar dan berharap aparat kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian tersebut.
“Kami merasa kematian bapak tidak wajar. Beliau pergi ke arah utara, tetapi ditemukan meninggal di laut dengan tubuh terlilit tali dari pinggang sampai leher dan ditautkan pada karung. Kami berharap polisi dapat mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi keluarga,” tegasnya
Hingga saat ini, Polres Rote Ndao masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan penyebab kematian korban.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




