Terbongkar Proyek Kementerian Perhubungan RI Peningkatan Faspel Laut Ndao Rp.11 M lebih Gunakan Material Lokal

Reporter: Ariyanto Tulle 
| Editor: Redaksi
IMG 20251005 WA0013

Terbongkar Proyek Kementerian Perhubungan RI Peningkatan Faspel Laut Ndao Rp.11 M lebih Gunakan Material Lokal

PENA-EMAS.COM – Terbongkar Proyek Kementrian Perhubungan RI, dengan Nilai Rp. 11.948.764.200,00- yang sumber dari Dana SBSN Tahun 2025 di Kabupaten Rote Ndao Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan material Lokal dan tidak sesuai Spesifikasi.

Bacaan Lainnya

Proyek Kementrian Perhubungan RI, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, di Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Baa – Kabupaten Rote Ndao yang dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana Cv. Manna Gratia tak bisa elakan diri dari saksi yang membenarkan kalau material bangunan tidak didatangkan dari Surabaya sesuai RAB.

” Kemarin yang minta beta (saya) cari pasir itu orang dari kantraktor Cv. Manna Gratia, pak Robert Willing dia orang asal Manado yang tinggal dirumah saya “.

IMG 20251005 WA0012
Foto: Sem Ledoh, Warga Desa Ndao Nuse,. Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao saat di temui PENA-EMAS.COM. Jumat (3/10/2025) Pukul 09:23 Wita, di Pelabuhan Laut Nemberala

Demikian hal ini ungkapkan oleh Sem Ledoh, Warga Desa Ndao Nuse,. Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao saat di temui PENA-EMAS.COM. Jumat (3/10/2025) Pukul 09:23 Wita, di Pelabuhan Laut Nemberala, Kecamatan Rote Barat.

Kepada Crew PENA-EMAS.COM. Sem Ledoh mengatakan, pengadaan material local untuk Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao atas mandat dari Robert Willing sebagai Kepala Proyek ( Kepro ) dari CV Manna Gratia

Selanjutnya. Jelas Sem Ledoh. Ia melakukan pengadakan material lokal dari Kupang – NTT untuk pekerjaan Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao atas mandat Kepro akibat material yang disediakan oleh Kontraktor Pelaksana Cv. Manna Gratia habis dan tidak mencukupi seluruh pelaksanaan pekerjaan.

Di Pelabuhan Rakyat Nemberala, Kecamatan Rote Barat. Sem Ledoh mengakui, atas mandat dari pihak pelaksana Proyek Ia berkoordinasi dengan Meki Adu asal Desa Oebela, Kecamatan Loaholu pemilik truk ekspedisi untuk membeli material pasir Di Kupang – NTT dan bukan dari Surabaya. Ungkapnya.

Menurut Sem Ledoh, Material pasir yang diadahkan oleh pihaknya melalui ekspedisi sebanyak 55 Meter kubik dengan harga satuan perkubik di Kota Kupang senilai Rp. 900.000,-

Material tersebut diterima dari Meki Adu di Pelabuhan Rakyat Desa Nemberala dan selanjutnya di distribusi ke Pulau Ndao menggunakan jasa KM Gema dan diturunkan di lokasi Pembangunan Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao.

Selain material pasir yang disuplay oleh pihaknya, Ia juga menyuplay material batu split atau batu kerikil cor yang dibeli oleh pihak Cv. Manna Gratia. Material ini didapat dari pengumpul kerikil yang ukurannya tidak semetris karena prosesnya secara manual atau tangan manusia bukan mesin. Jelas Ledoh.

Penjabat Pembuat Komitmen ( PPK ), Godlif Elimanafe, SE, saat dikonfirmasi Media Diruang Kerjanya, Selasa (2/09/2025 ) Pukul 11:55 Wita yang lalu. Ia mengatakan, Proyek Kementrian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Baa Senilai Rp. 12 Miliar Lebih dalam DIPA namun dalam Kontrak menjadi Rp.11 Miliar Lebih.

Dana SBSN 2025 bersumber dari Kementerian Perhubungan RI itu untuk membiayai proyek dengan item pekerjaan sisi laut dan darat yang rusak akibat badai Seroja beberapa tahun kemarin dan sementara berjalan dari Bulan Maret hingga Desember 2025 yang akan datang.

Selanjutnya Jelas Godlif Elimanafe, untuk spesifikasi material semua on site dari Surabaya tidak satu material juga yang digunakan dari Rote Ndao selain kayu bagesting dan air kerja dari Pulau Ndao.

” Material seluruhnya on site dari Surabaya tidak ada material lokal, hanya kecuali kayu bagesting dan air kerja tapi selain itu semua dari Surabaya”. Ujar Godlif

Proyek Kementerian Perhubungan – Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao ini bersumber dari SBSN bukan dari Rupiah Murni jadi harus melalui Kementerian Keuangan, Bappenas. untuk Pengawalan dan Pengawasan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Tambah Godlif

IMG 20251003 WA0019
Foto: sebagian material lokal yang tersisa.

Pantauan Crew PENA-EMAS.COM. Di lokasi proyek Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao. Pasir lokal yang dimuat dari Kupang berada di lokasi proyek dan sementara digunakan untuk pekerjaan. Sebagian material tersebut yang belum digunakan masih terisi dalam wadah karung.

Hingga Berita ini dipublish, Kepala Proyek – Robert Willing, Kontraktor Pelaksana Cv. Manna Gratia, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Baa, Usman Lauda Amin, SH. Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bappenas, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia belum berhasil dikonfirmasi.

Untuk diketahui masalah proyek ini, Edisi sebelumnya di beritakan pula oleh PENA-EMAS.COM pada Edisi Jumat 4 Oktober 2025 dengan judul :
Proyek Kementrian Perhubungan, Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao 11 M, Gunakan Material Lokal https://www.pena-emas.com/nasional/proyek-kementrian-perhubungan-peningkatan-fasilitas-pelabuhan-laut-ndao-11-m-gunakan-material-lokal/

Pos terkait