Proyek Kementrian Perhubungan, Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao 11 M, Gunakan Material Lokal
PENA-EMAS.COM- Proyek Pembangunan Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao di Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Kementrian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang bersumber dari SBSN 2025 menggunakan bahan material yang tidak sesuai spesifikasi.
” Pasir sebagian dari Surabaya dan Kupang serta material kerikil cor dari Pulau Ndao itu dicampurkan menjadi satu baru di pakai. Jika tidak begitu maka tidak cukup karena kontraktor kehabisan material, terpaksa di oplos”.
Demikian ungkap Suhardiman, yang mengaku sebagai Pelaksana Lapangan saat dikonfirmasi di Kantor Pelabuhan Pulau Ndao, di Dusun Oli Timur, Desa Ndao Nuse, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, Propinsi NTT. Jumat (3/10/2025) Pukul 06:47 Wita.
Kepada Crew PENA-EMAS.COM. Pelaksana Lapangan Suhardiman Warga asal Jawa Barat yang mengakui ditugaskan sebagai Pelaksana Lapangan dan mengurusi pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana Cv.Manna Gratia. Ia membenarkan kalau pekerjaan Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Ndao, pihaknya menggunakan Material Lokal.
Suhardiman. Menjelaskan, Material pasir yang digunakan sebagiannya didatangkan dari Surabaya dan Kupang. Selain itu material kerikil untuk pekerjaan pengcoran dari Pulau Ndao. itu dicampurkan menjadi satu baru di digunakan.
Menurutnya. Jika tidak menggunakan cara tersebut maka material tidak cukup karena kontraktor kehabisan material, terpaksa di oplos. jelas Suhardiman.
” Iya benar, pasir sebagian dari Surabaya dan Kupang serta material kerikil cor dari Pulau Ndao itu dicampurkan menjadi satu baru di pakai. Jika tidak begitu maka tidak cukup karena kontraktor kehabisan material, terpaksa di oplos “. ujar Suhardiman.
Selanjutnya. Jelas Suhardiman, Awalnya pekerjaan mengunakan material non lokal baik dari Kabupaten Rote Ndao maupun material dalam NTT tetapi harus didatangkan langsung mengunakan kapal dari Surabaya.
Akibat material pasir dan kerikil yang disediakan oleh pihak Kontraktor Pelaksana Cv. Manna Gratia tidak mencukupi sesuai item-item kegiatan proyek maka pihak kontraktor mengadakannya dari Kupang – NTT.
Selain material pasir, Material kerikil untuk pekerjaan pengecoran di beli dari masyarakat Lokal di Pulau Ndao yang di ambil dari lokasi di Fatula Desa Ndao Nuse. Tambahnya.
Proyek dengan Nilai Rp. 11.948.764.200,00- ini bersumber dari Kementrian Perhubungan RI, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, di Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Baa, yang belum diselesaikan atau masih tersisa masing masing pekerjaan pengecoran Kubus Beton atau segitiga, Paving blok untuk cros Way dan pemasangan Paving di areal depan Kantor Pelabuhan Ndao.
ET. Salah seorang Warga Dusun, Oli Timur, Desa Ndao Nuse, Kecamatan Ndao Nuse yang berdomisilih tidak jauh dari lokasi Proyek. Ia mengakui dan membenarkan jika pengamatannya ada material lokal yang dipakai dalam pekerjaan proyek tersebut
” Itu kerikil cor dari masyarakat lokal yang prosesnya mengunakan cara manual. Kerikil titi dan berukuran besar, pasir juga dibawah dari Pulau Rote dengan mengunakan Kapal Kayu Gema yang mengangkutnya”. Tutur ET.
Pantauan PENA-EMAS.COM- Di lokasi proyek Jumat (3/10/2025), Masih terlihat sejumlah karung dan bekas bungkusan semen berisi material bekas yang dikumpulkan kembali pihak pelaksana Proyek untuk di campurkan dengan material lokal kemudian digunkan untuk pekerjaan bangunan. Selain itu. Kubus atau setigitga sebanyak 325 buah serta Paving blok juga belum rampung.
Hingga berita ini dipublish Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Baa, Selaku Kuasa Penguna Anggaran (KPA) dan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Kontraktor Pelaksana Cv. Manna Gratia belum berhasil dikonfirmasi.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




